RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Hasil riset perguruan tinggi akan memberikan makna yang lebih besar ketika mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Berangkat dari semangat tersebut, tim pengabdian Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi berbasis pangan fungsional yang tidak hanya mendukung peningkatan kualitas hidup penyandang diabetes melitus, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK) Tahun 2026 yang didanai Hibah Internal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin, tim pengabdian FKM Unhas melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Puskesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar, Sabtu (20/6).
Kegiatan melibatkan kader kesehatan serta peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Diabetes Melitus sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pendampingan yang telah dimulai melalui pemeriksaan kesehatan dan pengukuran kadar gula darah peserta Prolanis. Tahapan tersebut menjadi dasar pemantauan kondisi kesehatan sekaligus penyusunan intervensi berbasis kebutuhan peserta.
Baca Juga : LPS Gandeng Unhas, Perkuat Literasi Keuangan dan Siapkan SDM Unggul Indonesia Timur
Mengusung tema "Pemberdayaan Pembuatan Produk Jus Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) untuk Penurunan Kecemasan Pasien Diabetes Melitus pada Kelompok Prolanis di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar," kegiatan ini menjadi wujud hilirisasi hasil penelitian Universitas Hasanuddin agar dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga dirancang memiliki nilai tambah ekonomi melalui pengembangan produk pangan fungsional.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Kassi-Kassi yang diwakili Kepala Tata Usaha, Anwar Ganing, S.Kep., Ns., M.Adm.Kes. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Universitas Hasanuddin dan Puskesmas Kassi-Kassi dalam menghadirkan program yang mengintegrasikan peningkatan derajat kesehatan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak inovasi hasil penelitian perguruan tinggi yang dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," jelasnya.
Baca Juga : IKA Unhas Matangkan Fondasi Organisasi, Pemilihan Ketua Secara Langsung Jadi Arah Baru
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ida Leida M., SKM., M.KM., MSc.PH, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Hasanuddin dalam menghilirisasikan hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
"Produk yang kami perkenalkan telah melalui kajian ilmiah, pengujian laboratorium, serta uji keamanan pangan. Harapannya, inovasi ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup penyandang diabetes melitus, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai produk usaha yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, hasil penelitian Universitas Hasanuddin benar-benar menghadirkan manfaat yang berkelanjutan," jelas Prof. Ida Leida.
Sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat, peserta memperoleh pelatihan kewirausahaan yang disampaikan oleh Rianda Ridho Hafizh Thaha Materi yang diberikan meliputi pengembangan usaha mikro, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan sederhana, hingga peluang kemitraan bersama Universitas Hasanuddin dalam pengembangan produk berbasis inovasi kampus.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Ditemukan Meninggal di Area Fakultas Teknik
Peserta juga mengikuti pelatihan produksi Jus Belimbing Wuluh yang dipandu oleh St. Hartini Djalil, S.Gz., M.Si. Melalui sesi praktik, peserta mempelajari proses pemilihan bahan baku, teknik pengolahan yang higienis, pengemasan produk, hingga penerapan standar mutu dan keamanan pangan. Antusiasme peserta terlihat selama praktik berlangsung, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pengembangan produk pangan fungsional yang berpotensi menjadi usaha rumah tangga.
Program ini turut melibatkan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa berperan dalam pendampingan peserta, edukasi kesehatan, dokumentasi kegiatan, serta monitoring dan evaluasi program sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian PPMU-PPUPIK Tahun 2026, tim pengabdian akan melaksanakan kunjungan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang. Tahap ini difokuskan pada monitoring dan evaluasi untuk mengukur perubahan pengetahuan, perilaku kesehatan, keterampilan peserta dalam memproduksi Jus Belimbing Wuluh, serta peluang pengembangannya sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Baca Juga : Masuk 900 Besar, Unhas Kini Bidik 500 Dunia dengan Strategi Agresif
Melalui pendekatan yang mengintegrasikan inovasi kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan hilirisasi hasil penelitian, Universitas Hasanuddin terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan solusi berbasis sains bagi masyarakat. Program ini menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi kampus dapat melampaui ruang laboratorium dan publikasi ilmiah, kemudian tumbuh menjadi produk yang memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.