Selasa, 23 Juni 2026 16:28
Ibu Anti menggunakan aplikasi wondr by BNI untuk melakukan pembayaran qris
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM, MAKASSAR-- Rutinitas pagi menjemput para ibu kompleks ketika suara motor disambut teriakan dan panggilan "oma adama" dari seorang pedagang sayur langganan.

 

Orang memanggilnya deng Tuttu penjual sayur kompleks yang setiap pagi menjajakan dagangannya. Di atas motor, tumpukan sayur segar, tempe, tahu, lombok (cabe) dan beberapa buah-buahan seperti kelapa muda, nenas madu, nangka, semangka, melon meramaikan bak jualannya. Setiap kali deng Tuttu datang para ibu kompleks keluar rumah dan memborong dagangannya.

Hari ini ada hal yang menarik, ketika beberapa ibu yang telah memilih sayuran minta di hitung belanjaannya

Baca Juga : Mengubah Langkah Transaksi Menjadi Kekuatan Finansial Nasional

"Oma Rp 77 ribu, ibu Anti Rp125 ribu gampang mi sekarang bisami di qris pembayaranta (komunikasi sehari-hari masyarakat di Makassar) ," ujar deng Tuttu sembari menunjukkan selembar kertas berlogo QRIS

 

Hanya dalam hitungan detik, transaksi selesai. Di layar telepon genggam Oma dan ibu Anti, antarmuka aplikasi wondr by BNI menampilkan notifikasi sukses.

Realitas pemandangan di kompleks ini menjadi potret hidup bagaimana transformasi digital di industri perbankan nasional kini tidak lagi berjarak dengan kehidupan akar rumput. Digitalisasi telah menembus batas-batas fisik dan menjelma menjadi magnet baru yang mengubah total cara masyarakat bertransaksi sekaligus menabung.

Baca Juga : OJK: Bank Pembangunan Daerah Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Industri Perbankan Nasional

Bagi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), fenomena ini bukan sekadar cerita sukses adopsi teknologi di kalangan masyarakat biasa.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, penetrasi digital yang menyentuh aktivitas harian seperti membeli sayur atau ikan ini merupakan strategi jitu perseroan dalam memperkokoh fundamental bisnis secara berkelanjutan.

Lewat aplikasi super apps teranyarnya, BNI sukses mengubah setiap ketukan transaksi harian menjadi motor penggerak utama dalam mengamankan likuiditas.

Baca Juga : OJK Sulselbar dan Pemkab Bulukumba Perkuat Literasi Keuangan Nelayan melalui Program EKI dan KNMP

Inovasi Tiga Dimensi yang Masuk ke Sektor Informal

Sebagai sebuah platform, wondr by BNI tidak dirancang sekadar sebagai alat bayar elektronik atau dompet digital (e-wallet) pasif. Keunggulan kapabilitas digital BNI terletak pada arsitektur aplikasinya yang mengusung tiga dimensi terintegrasi: Insight, Savvy, dan Growth. Ketiga pilar inilah yang secara psikologis memandu nasabah untuk beralih dari perilaku konsumtif menjadi gemar menabung.

Dimensi Insight bekerja merekam kebiasaan belanja nasabah secara transparan, memberikan gambaran ke mana saja uang mengalir setiap harinya termasuk pengeluaran retail kecil seperti belanja sayur harian. Sementara lewat pilar Savvy, BNI mengoptimalkan kenyamanan transaksi harian melalui fitur QRIS yang cepat dan adaptif di berbagai ekosistem merchant, dari ritel modern hingga pedagang keliling di depan lorong. Terakhir, melalui pilar Growth, dana sisa transaksi harian yang mengendap dipermudah untuk dialokasikan langsung ke berbagai produk tabungan berjangka atau instrumen investasi.

Baca Juga : OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan di Sinjai Lewat Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih

Langkah taktis membumikan teknologi ini membuahkan hasil yang luar biasa. Berdasarkan laporan kinerja keuangan resmi perseroan per Maret 2026, jumlah pengguna aktif wondr by BNI melesat eksponensial menembus angka 13 juta pengguna.

Tingkat keterikatan (engagement rate) nasabah di dalam aplikasi ini juga tercatat naik tajam. Masifnya aktivitas transaksional masyarakat di sektor informal dan formal ini mendongkrak pendapatan non-bunga (fee-based income) digital BNI yang tumbuh subur hingga 12,6% secara tahunan (YoY) pada kuartal pertama tahun 2026.

Menakar Dampak ke Kedalaman Likuiditas Bank

Baca Juga : OJK Sulselbar Perkuat Literasi Keuangan Nelayan melalui Sinergi Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih di Bone

Kemudahan bertransaksi yang ditawarkan wondr by BNI secara langsung menciptakan efek domino yang positif bagi kesehatan finansial perseroan. Ketika masyarakat merasa nyaman memfungsikan rekening BNI mereka sebagai dompet utama untuk belanja harian, uang secara otomatis akan terus mengalir dan mengendap di dalam sistem bank.

Efeknya terlihat nyata pada kedalaman likuiditas BNI pada awal tahun ini. Data keuangan resmi per Maret 2026 mencatat dana murah (Current Account Savings Account/CASA) BNI melonjak drastis sebesar 26,6% secara tahunan (YoY) hingga mencapai Rp731,6 triliun.

Jika ditelisik lebih jauh, pertumbuhan ini disokong kokoh oleh kenaikan giro sebesar 39,7% YoY serta pertumbuhan tabungan masyarakat yang naik 10,4% YoY. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa BNI berhasil mengunci loyalitas finansial nasabah lewat kenyamanan teknologi.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, dalam pemaparan publiknya menjelaskan bahwa pertumbuhan dana murah berbasis digital ini sukses mengerek pangsa pasar (CASA market share) BNI di industri perbankan tanah air sebesar 120 basis poin (bps) menjadi 11,3%.

"Struktur pendanaan yang kuat dan didominasi oleh dana murah berbasis transaksi ini menjadi enabler penting bagi ekspansi kredit BNI ke depan. Di tengah ketatnya perebutan likuiditas dan tren suku bunga tinggi di pasar global, efisiensi biaya dana (cost of fund) yang dihasilkan oleh adopsi digital ini sangat membantu bank menjaga profitabilitas," ungkap Paolo.

Efisiensi operasional mutakhir inilah yang akhirnya mengantarkan BNI sukses membukukan laba bersih senilai Rp5,66 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.

Katalis Sejati Transformasi Digital Indonesia

Keberhasilan BNI meluaskan jangkauan aplikasinya membuktikan bahwa "kapabilitas digital yang unggul" bukan sekadar slogan, melainkan instrumen inklusi keuangan yang nyata. BNI secara cerdik membangun ekosistem digital yang menghubungkan hulu dan hilir mulai dari integrasi korporasi besar melalui platform BNI Direct, hingga transaksi mikro di depan rumah nasabah.

Rantai nilai inilah yang memastikan likuiditas BNI bergerak dinamis namun tetap mengendap aman di dalam ekosistem perseroan. Di era modern ini, tantangan perbankan akan selalu berputar pada aspek keamanan cyber dan kecepatan adaptasi. Namun dengan fondasi infrastruktur teknologi yang adaptif di bawah jajaran manajemen baru, BNI optimis berada di jalur yang tepat untuk memimpin pasar.

Pada akhirnya, apa yang ditunjukkan oleh wondr by BNI memberikan perspektif baru dalam dunia perbankan nasional. BNI telah melangkah jauh, bukan lagi sekadar lembaga keuangan komersial kaku yang berdiri di balik meja-meja kantor cabang mewah, melainkan hadir langsung sebagai katalisator sejati yang mengakselerasi transformasi digital Indonesia.

Lewat sebuah pemindaian kode QRIS sederhana di pinggir jalan, BNI sukses mengubah langkah transaksi harian masyarakat menjadi sebuah kekuatan finansial yang kokoh demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

BERITA TERKAIT