RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan program "Perisai Keagenan" (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) di Kawasan Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (19/6). Langkah strategis ini diambil guna memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi para pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU) di Kota Daeng.
Peluncuran inovasi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat. Melalui sistem keagenan Perisai, masyarakat di tingkat akar rumput kini dapat lebih mudah mengakses, mendaftar, dan membayar iuran jaminan sosial.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Pemkot Makassar berkomitmen penuh dalam memberikan perlindungan bagi warganya yang bekerja di sektor informal, seperti pedagang kaki lima, driver ojek online, hingga pekerja rentan lainnya.
Baca Juga : 12 Ruas Jalan di Kota Makassar Dilarang Pasang Reklame
"Perisai Keagenan ini adalah solusi jemput bola yang sangat dinantikan. Perlindungan ketenagakerjaan bukan lagi fasilitas mewah bagi pekerja kantoran saja, melainkan hak mendasar bagi seluruh pekerja informal di Makassar. Dengan hadirnya agen Perisai di tengah masyarakat, kita harap tidak ada lagi celah bagi pekerja rentan untuk tidak terlindungi dari risiko kerja," ujar Munafri Arifuddin.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa keterlibatan agen Perisai yang berasal dari komunitas lokal akan mempercepat target universal coverage. Sistem ini mengadopsi skema keagenan yang terbukti efektif mengedukasi masyarakat secara lebih personal dan masif.
"Apresiasi tertinggi kami berikan kepada jajaran Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Bapak Munafri Arifuddin yang memiliki visi kuat terhadap kesejahteraan pekerja. Lewat Perisai Keagenan ini, kami ingin memastikan bahwa negara hadir melalui jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok lorong di Makassar," pungkas Saiful Hidayat.
Baca Juga : Dua Kelurahan Makassar Jadi Pilot Project Sadar Hak Asasi Manusia
Dengan peluncuran yang digelar di pusat kota ini, kedua pihak optimis angka kepesertaan aktif di Makassar akan melonjak signifikan, sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem akibat risiko sosial-ekonomi yang dialami pekerja.