RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Mengantisipasi lonjakan aktivitas kendaraan logistik dan truk angkutan barang di jalur utama Trans Sulawesi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat memperkuat distribusi dan memperketat pengaturan layanan Biosolar subsidi di wilayah Kabupaten Maros. Langkah taktis ini diambil guna mengurai antrean kendaraan serta menjamin kelancaran pasokan energi di titik-titik SPBU strategis.
Peningkatan aktivitas pengisian BBM oleh armada logistik dalam beberapa hari terakhir sempat memicu kepadatan kendaraan pada jam-jam tertentu. Menyikapi situasi tersebut, otoritas penyalur energi nasional ini langsung menerapkan skema antisipatif demi menjaga ketahanan stok di lapangan.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, memaparkan bahwa pihaknya telah meningkatkan volume penyaluran harian secara signifikan guna meredam lonjakan konsumsi tersebut.
Baca Juga : Pertamina Tambah Penyaluran Biosolar di Makassar hingga 15 Persen
“Selama tiga hari terakhir, penyaluran Biosolar ke wilayah Maros telah kami tingkatkan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal yang berada pada kisaran 212 kiloliter per hari. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi,” jelas Muhammad Yoga Prabowo.
Extradropping, Siagakan Marshal, dan Strategi Build Up Stock
Untuk memastikan pelayanan di SPBU tetap berjalan tertib dan pasokan terjaga secara kontinu, Pertamina menerapkan sejumlah strategi operasional di lapangan:
Suplai Tambahan (Extradropping): Pertamina telah menyalurkan pasokan tambahan di luar pengiriman reguler sebanyak 48 kiloliter yang dialokasikan khusus untuk delapan SPBU di wilayah Maros.
Penyiagaan Petugas Marshal: Di lokasi-lokasi SPBU yang mengalami peningkatan volume kendaraan, Pertamina menyiagakan petugas marshal khusus untuk mengatur barisan kendaraan agar proses pengisian BBM berjalan lebih rapi, tertib, dan lancar.
Penguatan Stok Jangka Pendek: Selama lima hari ke depan, Pertamina menjadwalkan program penguatan stok (build up stock) di sejumlah SPBU prioritas yang berada di sepanjang jalur logistik guna mengantisipasi tren kenaikan konsumsi susulan.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Gelar Pelatihan dan Sosialisasi PUMK Bagi UMKM Manado
Sinergi Bersama Organda dan Aparat Penegak Hukum
Demi mengoptimalkan tata kelola distribusi di tingkat hilir, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi membangun koordinasi intensif bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda). Melalui kerja sama ini, dilakukan pemetaan ulang terkait titik-titik pengisian BBM bagi armada logistik agar penyebaran kendaraan ke SPBU dapat merata dan tidak menumpuk di satu lokasi saja.
Di sisi pengawasan, Pertamina menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) beserta pemangku kepentingan (stakeholder) terkait di Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini difokuskan untuk mengawal ketat penyaluran Biosolar agar tetap tepat sasaran, mendukung produktivitas sektor ekonomi, serta mencegah potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Baca Juga : Pasca-Gempa M 6,8 di Sigi, Pertamina Pastikan Operasional dan Pasokan Energi di Sulteng Tetap Normal
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa ketahanan stok Biosolar secara umum di wilayah Sulawesi Selatan berada dalam kondisi yang aman dan terpantau berkala.
"Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok, distribusi, serta pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pembelian sesuai kebutuhan serta menggunakan energi secara bijak," pungkas Lilik Hardiyanto.
Masyarakat yang menemukan adanya kendala operasional layanan, antrean kendaraan yang tidak wajar, atau indikasi pelanggaran takaran dan distribusi BBM subsidi di lapangan dapat langsung melaporkannya melalui saluran siaga Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang beroperasi selama 24 jam.
