Rabu, 10 Juni 2026 00:39
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara masif terus mendorong penguatan penetrasi edukasi keuangan ke berbagai lini prioritas. Menandai momentum Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026, OJK resmi menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) untuk mengeskalasi pemahaman manajemen finansial bagi kaum perempuan di seluruh penjuru tanah air.

 

Langkah kolaboratif ini dikukuhkan lewat agenda edukasi bertajuk “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” yang berpusat di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Acara ini diikuti secara hybrid oleh 4.000 anggota TP-PKK, dengan rincian 1.000 peserta hadir langsung di lokasi dan 3.000 peserta menyimak secara daring.

Peran Sentral Ibu Sebagai Penggerak Ekonomi Makro

Baca Juga : OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services Terkait Dugaan Kekerasan Penagihan di Serang

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memaparkan bahwa program ini berjalan lurus dengan koridor Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI). Dalam cetak biru tersebut, kelompok perempuan ditempatkan sebagai pilar utama karena peran strategis mereka yang multi-dimensi: mengelola rumah tangga, menghidupkan sektor UMKM, sekaligus menjadi dinamo penggerak roda ekonomi nasional.

 

“Literasi keuangan bagi perempuan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi tentang membangun keluarga yang tangguh, melahirkan generasi yang cerdas finansial, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Friderica.

Senada dengan hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyebut perempuan sebagai jangkar pelindung finansial keluarga. OJK berharap para ibu dari TP-PKK tidak hanya menyerap ilmu ini untuk diri sendiri, melainkan mampu bertransformasi menjadi duta literasi yang menularkan kebiasaan bijak mengelola dana ke lingkungan sosial sekitarnya.

Baca Juga : Satgas PASTI Gulung Praktik Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN

Perisai Ampuh Melawan Praktik Keuangan Ilegal

Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, menyambut positif langkah proaktif OJK. Ia menggarisbawahi bahwa pemahaman tata kelola instrumen keuangan yang mumpuni secara otomatis akan memproteksi kaum perempuan dari jerat investasi bodong maupun skema pinjaman ilegal yang marak di era digital.

“Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, perempuan menjadi lebih tangguh dalam mengelola keuangan dan terhindar dari praktik keuangan ilegal,” ungkap Tri Tito Karnavian. Ia juga berharap jangkauan edukasi serupa bisa terus diperluas secara merata hingga ke pelosok daerah.

Baca Juga : OJK Perkuat Arsitektur Ekonomi Daerah Lewat Peta Jalan Ekosistem Inklusif

Wawasan Praktis dari Para Pakar Finansial

Guna menyajikan formula edukasi yang solutif dan aplikatif, rangkaian acara diperkaya oleh sesi diskusi panel kelas satu yang dipandu oleh Komisaris Utama Bank Jago, Anika Faisal, selaku moderator.

Dua narasumber ahli dihadirkan untuk mengupas tuntas taktik finansial, yaitu:

Baca Juga : Pukulan Telak Bagi Scammer Global: IASC dan Otoritas 9 Negara Amankan Dana Triliunan Rupiah

Prita Ghozie (Principal Consultant & CEO Zapfinance): Membedah manajemen aset keluarga dan metode pemilihan instrumen investasi yang legal serta logis.

Vivian Dyah Ayu Retno (Wakil Direktur Utama PT BRI): Mengulas optimalisasi dan pemanfaatan teknologi finansial secara cerdas, aman, serta bertanggung jawab.

Melalui pembekalan komprehensif ini, OJK berkomitmen menjaga konsistensi program edukasi berkelanjutan ini demi mewujudkan ekosistem keuangan yang inklusif, stabil, dan sejahtera dari lingkup terkecil masyarakat, yaitu keluarga.