Selasa, 09 Juni 2026 16:23
Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Makassar, Andi Rahmat Mappaturung
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM, MAKASSAR — Komitmen kesekretariatan dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup di lingkup birokrasi pemerintahan mulai diperlihatkan secara nyata. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar kini tengah mematangkan langkah operasional untuk menyukseskan program penguraian sampah secara mandiri dari lingkungan kerja mereka.

 

Langkah ini diambil guna menyelaraskan kinerja instansi dengan visi strategis Wali Kota Makassar yang menekankan pentingnya manajemen tata kelola kebersihan lingkungan yang terintegrasi.

Optimalisasi Sarana dan Prasarana Mandiri

Baca Juga : Komitmen Mutu Berkelanjutan, Kebidanan dan Profesi Bidan FKIK Unismuh Makassar Hadapi Asesmen Lapangan LAM-PTKes

Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Makassar, Andi Rahmat Mappaturung, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin sekadar memberikan imbauan, melainkan langsung memberikan contoh lewat aksi nyata. Dalam beberapa pekan terakhir, seluruh staf kesekretariatan telah diinstruksikan untuk memilah sisa pembuangan operasional harian.

 

“Paling tidak ini kan kita sudah lihat aksi nyatanya dari kami di Sekretariat DPRD. Sarana dan prasarana yang sekarang kita punyai untuk mendukung itu sudah kita miliki,” tegas Andi Rahmat.

Menurutnya, kesiapan fasilitas penunjang di dalam area kantor menjadi modal utama. Dengan ketersediaan wadah dan sistem yang memadai, pemisahan jenis sampah biologis maupun material daur ulang dapat berjalan lebih konsisten dan disiplin setiap harinya.

Baca Juga : IKA Unhas Matangkan Fondasi Organisasi, Pemilihan Ketua Secara Langsung Jadi Arah Baru

Penerbitan Regulasi dan Koordinasi Lintas Instansi

Untuk memperkuat pergerakan internal ini, pihak kesekretariatan juga sedang menggodok regulasi resmi dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Pengelolaan Sampah. Regulasi domestik ini dirancang agar setiap bagian di bawah Sekretariat DPRD memiliki panduan hukum yang jelas terkait tata cara memperlakukan volume sampah yang dihasilkan.

Selain penguatan regulasi mandiri, rencana jangka panjang juga disiapkan untuk menghubungkan sistem pembuangan kantor dengan jaringan Bank Sampah Unit. Proses kemitraan ini nantinya akan dikawal langsung di bawah pengawasan teknis instansi terkait.

Baca Juga : Wujud Kepedulian Sesama, Asmo Sulsel Salurkan Bantuan Hewan Kurban Sapi di Momentum Idul Adha 1447 H

“Dalam waktu dekat, SK pengelolaannya ini sudah kita maksimalkan. Dan ini adalah untuk tindak lanjutnya kita bekerja sama dengan Bank Sampah Unit nantinya. Untuk kerja samanya, kami menunggu petunjuk dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup),” papar Andi Rahmat lebih lanjut.

Dukungan Penuh Program Kebersihan Kota

Penerapan sistem kerja yang ramah lingkungan (green office) ini diharapkan mampu meminimalisir pasokan residu yang tidak terurai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Target utamanya adalah memastikan semua material yang keluar dari area gedung dewan sudah berada dalam kondisi terklasifikasi dengan baik.

Baca Juga : Jaga Kualitas Layanan Purna Jual, Asmo Sulsel Sukses Gelar Final Technical Skill Contest 2026

Terkait adanya potensi evaluasi atau perlombaan kebersihan antar-satuan kerja yang kerap diinisiasi oleh pemerintah kota di tingkat wilayah, Andi Rahmat menyatakan bahwa jajarannya sangat terbuka dan siap untuk dinilai kapan saja. Bagi pihak dewan, gerakan ini bukan sekadar mengejar pemenuhan target lomba, melainkan budaya kerja baru yang harus terus dipertahankan demi kenyamanan pelayanan publik