RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Di tengah gempuran cuaca ekstrem dan padatnya dinamika aktivitas akademik di Indonesia Timur, menjaga kondisi imunitas tubuh menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda.
Merespons fenomena tersebut, merek minuman vitamin asal Jepang, Oronamin C, resmi meluncurkan penetrasi pasar berbasis edukasi kesehatan melalui program bertajuk “NAMI ON MISSION MAKASSAR”.
Aktivasi yang berlangsung sepanjang pekan pertama Juni 2026 ini membidik episentrum pendidikan di Kota Daeng. Jaringan pemasaran dan edukasi ini menyisir empat pilar perguruan tinggi besar, yakni Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), dan Universitas Bosowa (UNIBOS).
Baca Juga : HIGAR Perluas Ekspansi di Makassar, Siapkan Gym Modern dan Kelas HYROX di Kawasan CPI
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Sebagai kota pendidikan, Makassar dihuni oleh kelompok komuter muda—khususnya mahasiswa dan first jobber—yang memiliki mobilitas tinggi namun rentan mengabaikan kesehatan fisik akibat tekanan tugas dan aktivitas organisasi.
Karel Ade Putra, Head Region Brand Activation Oronamin C, menegaskan bahwa gerakan ini dirancang sebagai bentuk interaksi taktis untuk mengubah paradigma gaya hidup sehat menjadi lebih menyenangkan.
"Kami ingin hadir secara organik di tengah keseharian mereka, membangun kebiasaan preventif agar generasi muda tetap produktif menghadapi tantangan harian tanpa harus mengorbankan daya tahan tubuh," tutur Karel dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga : Pegadaian Dorong Investasi Emas Lewat Golden Run 2026, Literasi Keuangan dan Dampak Sosial Diperkuat
Untuk mengemas pesan edukasi agar tidak terkesan kaku, Oronamin C memercayakan manajemen aktivasi ini kepada Doublehelix Indonesia selaku konsultan acara nasional. Melalui pendekatan experiential activation, pendekatan ke masyarakat dilakukan lewat kombinasi interaksi digital, fun games, hingga format roadshow di puluhan titik strategis, termasuk area Car Free Day.
CEO Doublehelix Indonesia, dr. Ichal Tawil, membeberkan bahwa strategi integrasi komunitas lokal menjadi kunci penting dalam program ini. "Anak muda Makassar dikenal memiliki modal sosial yang kuat, kreatif, dan sangat aktif. Karena itu, kami merancang sebuah pengalaman langsung (experiential marketing) yang menggabungkan hiburan massa dan edukasi kesehatan agar dampaknya lebih membekas," papar dr. Ichal.
Sebagai penutup rangkaian kampanye masif yang menargetkan 10.000 partisipan ini, sebuah panggung festival publik akan digelar di kawasan pesisir CPI Sunset Quay Area B. Guna menarik atensi massa, acara puncak tersebut mengolaborasikan panggung budaya pop lokal dengan menghadirkan konten kreator Tuming Abu, sesi bincang santai dari Podcast Kuping Gajah (Adi Surya & Aldhy Gunawan), serta penampilan musik dari Orkes Parecu, Iwan Coy, dan Zakaribo.