Kamis, 04 Juni 2026 17:37
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM - Akses Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros kini terhubung setelah pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang diresmikan Rabu 3/6/2026.

 

Sebelum jembatan dibangun, warga sering kesulitan saat debit Sungai Palakai meningkat pada musim hujan. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan petani, sering terkendala.

Peresmian jembatan yang dibangun melalui kolaborasi TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah dan masyarakat itu dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Bupati Maros Chaidir Syam, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Kukuhkan Mardiyanto Arif Rakhmadi sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sulsel

Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pangdam XIV/Hasanuddin beserta seluruh jajaran TNI Angkatan Darat yang berhasil menghadirkan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih bagi masyarakat Tompobulu.

 

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar TNI Angkatan Darat, khususnya Pangdam XIV/Hasanuddin beserta seluruh jajaran yang telah menghadirkan Jembatan Perintis Garuda untuk masyarakat Tompobulu,” ujar Fatmawati.

Jembatan itu disebut bukan hanya infrastruktur penghubung, tetapi juga menjadi jembatan harapan yang membuka akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga : TP PKK Sulsel Fasilitasi Ratusan Perempuan Vaksinasi HPV Secara Gratis

Ia menilai kehadiran jembatan itu sekaligus mengakhiri risiko keselamatan yang selama ini dihadapi warga, terutama anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai menggunakan gondola.

“Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Ini adalah jembatan harapan bagi masyarakat," sebutnya.

Kehadirannya mengakhiri risiko keselamatan yang selama ini dihadapi warga untuk mengakses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Baca Juga : Ketua Tim Pembina Posyandu Sulsel Dorong Optimalisasi Layanan 6 SPM

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyebut pembangunan jembatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian negara kepada masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas.

Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun masyarakat harus menghadapi berbagai risiko saat menyeberangi sungai, terutama ketika musim hujan tiba.

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga : TP PKK Sulsel Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Program Sehati di Lutim

Mayjen TNI Bangun Nawoko juga memberikan apresiasi kepada para prajurit yang bekerja di lapangan dan masyarakat yang bergotong royong hingga jembatan tersebut dapat diselesaikan.

“Hari ini dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, mudah-mudahan bahaya itu tidak lagi mengintai anak-anak kita, emak-emak kita, dan seluruh masyarakat setiap saat,” kata Pangdam.

Bupati Maros Chaidir Syam turut menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XIV/Hasanuddin dan seluruh jajaran TNI yang telah menghadirkan jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat Tompobulu.

Baca Juga : Rakor TP PKK Sulsel Fokus pada Penguatan Program Kerja dan Kesiapan Menyambut Agenda Nasional

Ia menjelaskan bahwa kehadiran jembatan tersebut akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar akses pendidikan anak-anak, mempercepat distribusi hasil pertanian, hingga membuka peluang pengembangan potensi wisata di kawasan tersebut.

“Jembatan ini akan memberi manfaat luar biasa bagi masyarakat. Anak-anak kini dapat bersekolah dengan lebih aman, masyarakat lebih mudah menuju kebun, dan aktivitas ekonomi akan semakin berkembang,” kata Chaidir.

BERITA TERKAIT