RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Menjelang hari raya Iduladha pada tanggal 27 Mei, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulsel memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban antardaerah.
Langkah tersebut untuk memastikan hewan ternak yang dikirim ke berbagai wilayah tujuan dalam kondisi sehat, layak, dan bebas dari penyakit hewan.
Peningkatan pengawasan di sejumlah titik pengeluaran ternak di Sulawesi Selatan, termasuk di Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong, yang menjadi jalur distribusi utama pengiriman sapi menuju Pulau Kalimantan.
Baca Juga : Program KISAK Sulsel 2026 Dorong Kepemilikan KIA dan Akta Kelahiran
Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah mengatakan peningkatan pengawasan dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban di berbagai daerah menjelang Iduladha. Menurutnya, mobilitas ternak yang tinggi harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit hewan menular strategis, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD).
“Menjelang Iduladha, lalu lintas ternak mengalami peningkatan cukup signifikan. Karena itu, setiap hewan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” ujarnya dalam siaran pers pada Minggu (24/5) malam.
Ia menegaskan bahwa tindakan karantina tidak hanya bertujuan melindungi kesehatan hewan, tetapi juga menjaga keamanan pangan asal hewan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen.
Baca Juga : Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Hari Raya Idul Adha 2026
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan. Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit tertentu sehingga pengiriman ternak tetap aman dan sesuai ketentuan,” katanya.
Selain pengawasan 17 ekor sapi potong di Parepare menuju Balikpapan Kalimantan Timur menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara, Karantina Sulawesi Selatan juga melakukan pengawasan terhadap pengiriman ternak di Pelabuhan Garongkong, Barru.
Sabtu (23/5) kemarin, petugas melaksanakan serangkaian tindakan karantina dan pengawasan terhadap alat angkut serta media pembawa berupa 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang akan dikirim menuju Kotawaringin Barat menggunakan KMP Awu Awu.
Baca Juga : Wakil Menteri Pertahanan RI Kukuhkan 500 Komcad ASN Pemprov Sulsel
“Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan,” imbuh Sitti Chadidjah.
Sama seperti pengiriman sebelumnya, sapi-sapi tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel darah untuk keperluan pengujian Rose Bengal Test (RBT), yakni metode pengujian laboratorium untuk mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak.
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) menunjukkan tingginya aktivitas pengiriman ternak dari Sulawesi Selatan menuju wilayah Kalimantan dalam dua bulan terakhir. Untuk Satuan Pelayanan Parepare periode April hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 3.734 ekor sapi potong telah dikirim menuju Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Baca Juga : PT Satu Empat Lima Gugat Satker PJN Wilayah III Sulsel di PTUN Makassar
Pengiriman tersebut dilakukan dengan frekuensi 124 kali pengeluaran. Sementara itu, pengiriman kambing pada periode yang sama tercatat sebanyak 286 ekor dengan frekuensi 4 kali pengeluaran.
Angka tersebut menunjukkan Sulawesi Selatan masih menjadi salah satu daerah pemasok utama ternak, khususnya sapi potong, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalimantan menjelang Iduladha.
Sementara itu, berdasarkan data dari Periode Januari hingga Mei 2026 yang dihimpun dari data Best Trust, domestik keluar tercatat sebanyak 5.004 ekor sapi, 20.567 ekor kambing. Data tersebut untuk seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan yang berada di Makassar, Bajoe, Jeneponto dan Parepare
Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Sebut Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen, Lampaui Tahun Sebelumnya
Karantina Sulawesi Selatan memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan pada seluruh jalur pengeluaran hewan ternak, baik di pelabuhan maupun titik pemeriksaan lainnya. Sinergi dengan instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan seluruh proses pengiriman hewan berjalan sesuai regulasi dan prinsip biosekuriti.
Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta personel TNI Angkatan Laut guna memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap ketentuan karantina selama proses pemuatan hingga keberangkatan.