Senin, 11 Mei 2026 18:08
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui pelaksanaan Sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Angkue, Kabupaten Bone.

 

Program tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan akses keuangan masyarakat pesisir melalui kolaborasi antara OJK Sulselbar, industri jasa keuangan, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Bone (TPAKD).

Melalui pendekatan ekosistem keuangan inklusif, masyarakat nelayan didorong untuk lebih memahami dan memanfaatkan layanan jasa keuangan formal guna meningkatkan produktivitas ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga : Sambut HUT ke-14, Aston Makassar Edukasi Puluhan Siswa SD Lewat “Kid’s Hotel Adventure”

Program EKI di Desa Angkue difokuskan pada pembangunan sistem keuangan yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan. Selain itu, program juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan digital di wilayah pesisir.

 

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat nelayan mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk perbankan, akses pembiayaan usaha, asuransi, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, hingga penggunaan layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendukung ketahanan sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Bone.

Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Perkuat Pendidikan Al-Qur’an di Pelosok Pinrang, Puluhan Guru Mengaji Ikuti Standardisasi Metode Tilawati

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Hj. Andi Tenriawaru, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam memperluas akses keuangan masyarakat desa.

Menurutnya, kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok nelayan.

“Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Angkue melalui akses keuangan yang lebih luas dan inklusif,” ujarnya.

Baca Juga : Pertamina Tambah 392 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulawesi, Antisipasi Lonjakan Konsumsi Saat Long Weekend

OJK Sulselbar menegaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Karena itu, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar akses keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok masyarakat pesisir dan pedesaan yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Melalui integrasi Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih, OJK berharap masyarakat Desa Angkue tidak hanya semakin memahami produk jasa keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan tersebut untuk mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan taraf hidup keluarga nelayan.