Selasa, 12 Mei 2026 21:10
Para peserta mengikuti kuliah umum dan workshop terkait Artificial Intelligence (AI) dan Smart Technology di Kalla Institute, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menghadirkan dua Google Developer Expert in AI & Google Cloud, yakni Dr. Ir. Joan Santoso, S.Kom., M.Kom dan Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Kalla Institute terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Melalui workshop bertema teknologi cerdas, kampus tersebut membekali mahasiswa dan siswa dengan kompetensi praktis AI yang dinilai menjadi kebutuhan utama di era transformasi digital.

 

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas digital, Kalla Institute menghadirkan dua narasumber nasional yang juga merupakan Google Developer Expert in AI & Google Cloud, yakni Dr. Ir. Joan Santoso, S.Kom., M.Kom dan Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom.

Keduanya membawakan materi seputar pemanfaatan AI dan smart technology yang aplikatif serta relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kepedulian Sosial melalui Program BERKAH di Makassar

Dalam sesi bertajuk “Artificial Intelligence & Simulation: AI untuk Semua Navigasi di Era Kecerdasan Artificial”, Joan Santoso menekankan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia modern.

 

Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan terus mengalami transformasi untuk mendukung produktivitas di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga industri kreatif.

AI saat ini telah berkembang menjadi alat bantu lintas sektor yang mampu meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses kerja manusia. Karena itu, penguasaan teknologi AI menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga : Pertamina Gelar Pasar Murah di Makassar, 1.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Prasejahtera

Sementara itu, Prof. Esther Irawati Setiawan membawakan materi “Akselerasi Kompetensi Teknologi Cerdas (Smart Technology)” yang berfokus pada penguatan keterampilan praktis peserta. Dalam sesi tersebut, mahasiswa dan siswa diajak langsung membangun aplikasi maupun website sederhana menggunakan platform Google AI Studio.

Melalui pendekatan praktik langsung, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan prompt berbasis AI untuk menciptakan solusi digital yang lebih efektif dan inovatif.

“Teknologi AI saat ini semakin mudah diakses. Dengan memahami cara memberikan prompt yang tepat, pengguna dapat mengembangkan berbagai solusi digital secara lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

Baca Juga : GMTD Perkuat Kampanye Kesehatan Preventif, Donor Darah dan Skrining Hipertensi Jangkau Ratusan Warga Makassar

Workshop tersebut berlangsung selama dua hari pada awal Mei 2026 di NIPAH Park, tepatnya di American Corner Bikinbikin Creative Hub dan Auditorium Kalla Institute.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Kalla Institute dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Selain memperluas wawasan peserta terkait AI, workshop juga diarahkan untuk membangun budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi secara produktif di kalangan generasi muda.

Dosen pengampu kegiatan, Dr. Andi Hutami Endang, S.Kom., M.Kom, menuturkan bahwa pemahaman AI perlu diperkenalkan sejak dini agar mahasiswa dan siswa mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat pengembangan potensi dan pengolahan data bernilai ekonomi.

Baca Juga : Astra Motor Sulsel dan Polrestabes Makassar Edukasi Safety Riding bagi Pelajar untuk Tekan Angka Kecelakaan

“Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memahami bahwa AI bukan hanya teknologi konsumtif, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi, mengolah data, dan menghasilkan solusi yang bernilai,” katanya.

Sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi dan bisnis di Makassar, Kalla Institute terus mengembangkan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri digital. Penguatan kompetensi AI dan smart technology menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja berbasis teknologi.