Senin, 04 Mei 2026 15:14
SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, LUWU TIMUR Video viral yang menampilkan dugaan pengisian BBM subsidi jenis solar dalam jumlah tidak wajar di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, mulai menemukan titik terang. Pertamina Patra Niaga" href="https://rakyatku.com/tag/pertamina-patra-niaga">Pertamina Patra Niaga memastikan telah melakukan verifikasi awal bersama aparat kepolisian setempat, namun membuka kemungkinan adanya ketidaksesuaian dalam transaksi tersebut.

 

Dari hasil penelusuran awal melalui data transaksi dan rekaman CCTV, nilai pengisian yang sempat disebut mencapai Rp5 juta ternyata berada di kisaran Rp500 ribu. Klarifikasi ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial.

Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menyatakan bahwa transaksi tersebut secara administratif tercatat normal. Namun, pihaknya tidak berhenti pada verifikasi awal.

Baca Juga : Belanja Kesehatan Rp6 Triliun, BPJS Kesehatan Wanti-Wanti Ketidakseimbangan Iuran dan Manfaat

“Pengecekan awal menunjukkan nilai transaksi sekitar Rp500 ribuan, bukan seperti yang beredar. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan kewajaran pengisian,” ujarnya.

 

Yang menjadi perhatian, kata dia, adalah adanya indikasi ketidaksesuaian antara nilai transaksi dengan kapasitas tangki kendaraan yang terlihat dalam video. Secara teknis, kapasitas tangki kendaraan tersebut diperkirakan maksimal sekitar 55 liter, sehingga memunculkan pertanyaan terkait volume pengisian yang sebenarnya.

Temuan ini mendorong Pertamina untuk meningkatkan status penanganan menjadi investigasi lanjutan terhadap operasional SPBU dimaksud.

Baca Juga : Job Fair Makassar Didorong Lebih Efektif, DPRD Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

“Jika dalam proses ini ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi, tentu akan ada sanksi tegas sesuai aturan,” tegas Yoga.

Di sisi lain, Lilik Hardiyanto menekankan bahwa laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan distribusi energi, khususnya BBM subsidi yang rentan disalahgunakan.

“Kami mengapresiasi laporan masyarakat. Setiap informasi akan kami verifikasi secara menyeluruh untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga : 30 Tahun Bertahan di Tengah Persaingan Ketat, Almadera Hotel Makassar Perkuat Komitmen dan Regenerasi SDM

Kasus ini kembali menyoroti tantangan pengawasan distribusi BBM subsidi di lapangan, terutama dalam memastikan kesesuaian antara volume pengisian, jenis kendaraan, dan peruntukannya. Meski sistem digitalisasi telah diterapkan, pengawasan langsung dan partisipasi publik tetap menjadi faktor kunci.

Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal. Namun, penguatan pengawasan akan terus dilakukan, termasuk melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum.

Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukan serta melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan melalui saluran resmi, termasuk layanan 135.

Baca Juga : HIPMI Institute Hadir di Sulsel Siapkan Ekosistem Founder Muda Berdaya Saing

Kasus di Luwu Timur ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas distribusi energi masih menjadi pekerjaan rumah bersama, di tengah tingginya kebutuhan dan sensitivitas BBM subsidi di masyarakat.