Kamis, 30 April 2026 14:51
Transformasi menuju kampus hijau kini menjadi strategi utama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam memperkuat daya saing global. Konsep keberlanjutan tidak lagi sebatas penataan lingkungan, tetapi diintegrasikan dalam tata kelola dan arah pengembangan institusi.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Transformasi menuju kampus hijau kini menjadi strategi utama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam memperkuat daya saing global. Konsep keberlanjutan tidak lagi sebatas penataan lingkungan, tetapi diintegrasikan dalam tata kelola dan arah pengembangan institusi.

 

Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono Bancong, menegaskan bahwa pendekatan green campus menjadi bagian dari roadmap Unismuh menuju perguruan tinggi bereputasi internasional.

“Keberlanjutan bukan hanya soal fisik kampus, tetapi bagaimana kita mengelola ruang, energi, dan lingkungan sebagai bagian dari sistem pendidikan yang berdaya saing,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Lokakarya UI GreenMetric Perguruan Tinggi Keagamaan Islam 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Baca Juga : GMTD Tebar Dividen dan Rombak Pengurus, Sinyal Penguatan Bisnis Properti Makassar

Dalam forum tersebut, Unismuh memaparkan capaian pada indikator Setting and Infrastructure dengan skor 1.425 dan menempati posisi keempat nasional. Indikator ini mencakup pengelolaan ruang terbuka, vegetasi, efisiensi air, fasilitas kesehatan, hingga aspek inklusivitas bagi difabel.

 

Unismuh mengembangkan konsep Green Islamic Futuristic atau I-GIFt Campus sebagai kerangka utama pembangunan. Model ini mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan, nilai-nilai keislaman, dan orientasi masa depan dalam satu ekosistem kampus.

“Ini bukan sekadar penghijauan, tetapi cara berpikir dan cara mengelola kampus agar menjadi ruang belajar yang sehat, aman, inklusif, dan kompetitif secara global,” jelas Prof. Hartono.

Baca Juga : Krisis Air Utara Makassar Disorot, DPRD Desak PDAM Tuntaskan dalam 6 Bulan

Langkah ini juga selaras dengan tren global di sektor pendidikan tinggi, di mana aspek keberlanjutan menjadi salah satu indikator penting dalam pemeringkatan internasional seperti THE Rankings, QS Rankings, hingga UI GreenMetric.

Dalam periode 2024–2028, Unismuh menargetkan penguatan posisi di berbagai pemeringkatan global tersebut dengan menjadikan sustainability sebagai salah satu pilar utama.

Lebih jauh, Prof. Hartono menekankan pentingnya pendekatan ekoteologi dalam pengembangan kampus Islam. Menurutnya, nilai-nilai agama harus diimplementasikan dalam kebijakan konkret, mulai dari pengelolaan energi, air, limbah, hingga desain ruang dan riset.

Baca Juga : Era AI Tak Aman, Menkomdigi Dorong Lulusan Jadi Penjaga Kebenaran

“Perguruan tinggi keagamaan memiliki kekuatan moral untuk memimpin gerakan ini. Ekoteologi harus hadir dalam praktik, bukan hanya konsep,” tegasnya.

Melalui forum nasional ini, Unismuh juga mendorong kolaborasi antar perguruan tinggi Islam dalam memperkuat implementasi kampus berkelanjutan. Upaya ini diharapkan tidak hanya berdampak pada capaian peringkat, tetapi juga menjadi fondasi jangka panjang bagi generasi akademik ke depan.