Senin, 27 April 2026 22:06
PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform crypto yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperluas edukasi dengan menyasar kalangan mahasiswa melalui program Pintu Goes to Campus.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM, MAKASSAR Di tengah pesatnya pertumbuhan aset kripto dan derasnya arus informasi di media sosial, literasi menjadi kunci untuk menekan risiko investasi. PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform crypto yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperluas edukasi dengan menyasar kalangan mahasiswa melalui program Pintu Goes to Campus.

 

Kali ini, PINTU menyambangi Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam kegiatan Finance Talk 2026 bertema “Mengenal Cryptocurrency dari Dasar untuk Investasi yang Aman dan Bijak”, yang diikuti sekitar 100 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HIMABISDIG).

Langkah ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda, seiring popularitas aset kripto yang kian meluas namun juga diiringi risiko tinggi akibat minimnya pemahaman.

Baca Juga : DPRD Makassar Bongkar Anomali Parkir: Sewa Rp100 Ribu/Bulan Disorot, Potensi PAD Diduga Bocor

Dosen Program Studi Bisnis Digital UNM, Dr. Valentino Aris, menilai kehadiran pelaku industri secara langsung menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran mahasiswa.

 

“Kegiatan seperti ini penting karena memberikan perspektif praktis. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga gambaran nyata terkait investasi cryptocurrency sebagai referensi dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Senada, Dosen Bisnis Digital UNM, Fadil Muhammad, menekankan bahwa banjir informasi di era digital kerap memunculkan disinformasi, termasuk terkait aset kripto.

Baca Juga : Kalla Institute Bongkar Strategi Tembus Beasiswa, Tekankan Mindset dan Perencanaan Karier Sejak Dini

“Kita melihat banyak informasi yang beredar, tetapi tidak semuanya valid. Kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk menyaring informasi dan memahami crypto secara lebih komprehensif,” jelasnya.

Dari sisi industri, Blockchain & Crypto Trader Specialist PINTU, Ilham Trierasvidi, mengungkapkan bahwa tingkat ketertarikan mahasiswa terhadap kripto tidak hanya pada aspek investasi, tetapi juga teknologi di baliknya seperti blockchain.

“Kami melihat antusiasme yang tinggi. Diskusi tentang crypto bukan lagi hal tabu, justru menjadi fokus pembelajaran. Ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang generasi muda terhadap teknologi dan investasi,” ujarnya.

Baca Juga : Kalla Translog Perkuat ESG, Donor Darah Rutin dan Distribusi Bibit Pohon Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan

UNM sendiri dinilai memiliki ekosistem pendukung melalui HIMABISDIG yang aktif mengembangkan literasi pasar modal dan aset digital. Salah satu programnya, Ekosistem 2 Saham & Cryptocurrency, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, menganalisis, dan memahami strategi investasi secara kolaboratif.

Secara nasional, tren adopsi kripto terus menunjukkan pertumbuhan. Data regulator mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia telah melampaui puluhan juta pengguna dalam beberapa tahun terakhir, dengan dominasi kelompok usia muda. Namun, peningkatan ini juga diiringi tantangan literasi dan perlindungan investor.

Melihat dinamika tersebut, PINTU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi berkelanjutan di kampus sebagai upaya membangun ekosistem investasi yang sehat.

Baca Juga : Masuk 900 Besar, Unhas Kini Bidik 500 Dunia dengan Strategi Agresif

“Mahasiswa adalah generasi yang akan membentuk masa depan industri ini. Kami ingin mereka tidak hanya tertarik, tetapi juga memahami risiko dan mampu mengambil keputusan investasi secara bijak dan bertanggung jawab,” tutup Ilham.

Di tengah volatilitas pasar kripto yang tinggi, pendekatan edukatif seperti ini menjadi krusial agar pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan perlindungan investor.