Kamis, 23 April 2026 16:33
Melalui program Kartini Talks bertajuk “Beyond Capability: Rethinking How Women Choose, Prioritize, & Live”, KALLA menghadirkan ruang diskusi yang menyoroti kontribusi perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan di perusahaan.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Isu kesetaraan gender dalam dunia kerja kembali mengemuka, seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap kepemimpinan yang adaptif dan berbasis inklusivitas. Grup KALLA menegaskan bahwa peran perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor strategis dalam mendorong kinerja dan keberlanjutan bisnis.

 

Melalui program Kartini Talks bertajuk “Beyond Capability: Rethinking How Women Choose, Prioritize, & Live”, KALLA menghadirkan ruang diskusi yang menyoroti kontribusi perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan di perusahaan.

Leadership Inklusif Tingkatkan Performa Bisnis

Baca Juga : DPRD Makassar Bongkar Anomali Parkir: Sewa Rp100 Ribu/Bulan Disorot, Potensi PAD Diduga Bocor

Founder Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri, mengungkapkan bahwa data global menunjukkan keterwakilan perempuan di posisi puncak perusahaan masih terbatas. Namun, perusahaan yang menerapkan kepemimpinan inklusif justru mencatat kinerja yang lebih tinggi.

 

“Tim dengan leadership inklusif memiliki performa hingga 17% lebih baik, dan perusahaan dengan keberagaman gender tinggi berpeluang 25% lebih unggul secara finansial,” jelasnya.

Data ini mempertegas bahwa keberagaman bukan hanya isu sosial, tetapi telah menjadi strategi bisnis berbasis kinerja.

Baca Juga : Kalla Institute Bongkar Strategi Tembus Beasiswa, Tekankan Mindset dan Perencanaan Karier Sejak Dini

Perempuan dan Nilai Strategis dalam Organisasi

Menurut Fauziah, perempuan memiliki keunggulan kompetitif yang berperan penting dalam pengambilan keputusan, seperti ketelitian dan kepekaan terhadap situasi.

Kemampuan tersebut menjadi fondasi dalam konsep caring leadership, yakni pendekatan kepemimpinan yang menempatkan nilai humanistik sebagai bagian dari strategi organisasi.

Baca Juga : Kalla Translog Perkuat ESG, Donor Darah Rutin dan Distribusi Bibit Pohon Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan

“Ketelitian dan kepekaan bukan kelemahan, tetapi kekuatan yang menentukan arah dan keberlanjutan bisnis,” tegasnya.

Tantangan Ganda Perempuan Karier

Di sisi lain, perempuan yang memilih jalur karier dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan personal.

Baca Juga : Masuk 900 Besar, Unhas Kini Bidik 500 Dunia dengan Strategi Agresif

“Tantangan perempuan bisa dua kali lipat. Namun itu adalah konsekuensi dari pilihan, sehingga perlu strategi agar tetap berprestasi di tempat kerja dan di rumah,” ujarnya.

Strategi Perusahaan Dorong Inklusivitas

KALLA melalui program Level Up Kartini SheLeads menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem kerja yang lebih inklusif dan suportif bagi perempuan.

Baca Juga : Astra Motor Sulsel Perkuat Ekosistem UMKM di Luwu Raya, Dorong Adopsi Teknologi dan Kewirausahaan Modern

Langkah ini tidak hanya berdampak pada pengembangan SDM, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang, terutama di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks.

Bangun Engagement Karyawan

Selain diskusi strategis, KALLA juga menggelar berbagai aktivitas untuk meningkatkan engagement karyawan perempuan, seperti Kartini On Court melalui fun match padel serta kampanye digital interaktif.

Pendekatan ini mencerminkan strategi perusahaan dalam membangun budaya kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan karyawan.

Arah Baru Dunia Kerja

Transformasi peran perempuan dalam dunia kerja menunjukkan bahwa inklusivitas kini menjadi bagian dari indikator keberhasilan bisnis modern.

Dengan memanfaatkan potensi kepemimpinan perempuan, perusahaan tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga menciptakan organisasi yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

BERITA TERKAIT