Rabu, 22 April 2026 19:24
PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan aman, hal ini di sampaikan pada Rabu,(22/4)
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman, sekaligus membantah isu kelangkaan yang sempat beredar di tingkat petani.

 

Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan media gathering Regional 4 yang digelar di Makassar, Rabu (22/4/2026), sebagai bagian dari upaya transparansi dan edukasi publik terkait distribusi pupuk bersubsidi.

Perwakilan manajemen Regional 4, Wisnu Ramadhani, mengungkapkan stok pupuk di wilayah Sulsel saat ini mampu memenuhi kebutuhan hingga lima pekan ke depan. Pasokan juga terus diperkuat melalui pengiriman rutin dari pabrik di Gresik dan Kalimantan Timur.

Baca Juga : Pertamina Pastikan Penerbangan Haji Aman, Suplai Avtur Diawasi Ketat

“Stok untuk Sulsel aman sampai lima minggu. Distribusi juga terus berjalan, jadi tidak ada alasan terjadi kelangkaan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, wilayah Indonesia Timur yang berada di bawah koordinasi Regional 4 secara umum dalam kondisi terkendali. Jika ditemukan laporan kelangkaan di lapangan, pihaknya memastikan akan segera melakukan penelusuran.

Di sisi lain, pengawasan distribusi pupuk bersubsidi juga diperketat untuk mencegah pelanggaran, khususnya terkait harga jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga : Cegah Kolusi Tender, KPPU dan Pemkab Maros Perkuat Pengawasan Pengadaan

Senior Manager Regional 4A, Sukodim, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun lalu terdapat 232 laporan dugaan pelanggaran harga. Namun setelah melalui verifikasi bersama kelompok tani dan penyuluh, hanya tiga penyalur yang terbukti melanggar dan langsung dikenai sanksi tegas.

“Mayoritas laporan tidak terbukti setelah diverifikasi. Yang melanggar langsung kami hentikan,” jelasnya.

Sukodim menambahkan, harga pupuk sesuai HET berlaku jika petani melakukan penebusan langsung di kios resmi dengan sistem pembayaran tunai. Perbedaan harga biasanya muncul akibat biaya tambahan seperti ongkos distribusi kolektif atau tenaga angkut.

Baca Juga : Momentum Kartini, Kalla Toyota Genjot Penjualan Lewat Skema Kredit Bunga Rendah

Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, Pupuk Indonesia juga mendorong penggunaan pupuk organik bersubsidi. Tahun ini, alokasi pupuk organik di Sulsel meningkat signifikan menjadi 98.159 ton, dibandingkan 62.266 ton pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, kombinasi pupuk organik dan anorganik menjadi kunci menjaga kesuburan tanah sekaligus meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

“Edukasi terus kami lakukan agar petani beralih ke pola pemupukan berimbang. Ini penting untuk menjaga produktivitas jangka panjang,” pungkasnya.