RAKYATKU.COM, MOROWALI — PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) atau Huabao Indonesia menegaskan peran strategis sektor industri dalam menopang keuangan daerah setelah menerima penghargaan sebagai wajib pajak berkontribusi tinggi pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kepada External Manager Huabao Indonesia, Alim Hendra, dalam upacara resmi yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Senin (13/4/2026).
Pengakuan ini diberikan atas konsistensi perusahaan dalam membayar pajak air permukaan dan alat berat secara tepat waktu dan berkelanjutan, yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Tengah.
Baca Juga : Astra Motor Perkuat Cengkeraman Pasar Timur, Dealer Baru Ambon Jadi Senjata Baru Honda
Alim Hendra menegaskan bahwa kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pajak perusahaan merupakan sumber pendapatan penting bagi pemerintah provinsi untuk membiayai pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami kepada daerah,” ujarnya.
Lebih jauh, Alim menempatkan kontribusi tersebut dalam konteks yang lebih luas, yakni keterlibatan perusahaan dalam visi global Belt and Road Initiative (BRI) yang mendorong konektivitas ekonomi dan pertumbuhan kawasan.
Baca Juga : Reformasi Perencanaan Daerah Dimulai.Pemerintah Dorong Musrenbang Inklusif
Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya berfokus pada ekspansi perdagangan dan investasi, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi daerah, mulai dari efisiensi logistik, peningkatan investasi asing, hingga pertukaran teknologi dan pengetahuan industri.
“Kontribusi pajak yang berkelanjutan akan memperkuat stabilitas ekonomi daerah. Pemerintah dapat mengalokasikan pendapatan tersebut untuk mendukung UMKM melalui subsidi, pelatihan, maupun insentif. Dampaknya adalah terciptanya ekosistem bisnis yang sehat, pembukaan lapangan kerja, dan pengurangan ketimpangan ekonomi,” jelasnya.
Huabao Indonesia sendiri merupakan pengelola kawasan industri berbasis smelter nikel yang beroperasi di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali. Kawasan ini menjadi bagian dari jaringan industri global melalui Indonesia Huabao Industrial Park.
Baca Juga : Huabao Indonesia Bangun 3 Masjid di Morowali, Investasi Capai Rp11 Miliar
Perusahaan tersebut berada di bawah Zhenshi Holding Group, salah satu perusahaan besar asal Tiongkok yang masuk dalam Fortune China 500 dan dikenal sebagai pemain utama dalam pengembangan industri berbasis material dan manufaktur.
Dengan posisinya sebagai bagian dari rantai industri global, Huabao menargetkan kawasan industrinya di Morowali dapat berkembang menjadi pusat industri kelas dunia, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi regional di Sulawesi Tengah.
Penghargaan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa keberadaan industri besar tidak hanya berorientasi pada produksi dan ekspor, tetapi juga memiliki tanggung jawab nyata dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah dan mendorong pembangunan yang inklusif.