Sabtu, 04 April 2026 17:02
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Setelah sempat vakum beberapa tahun, Big Bad Wolf (BBW) Books kembali hadir di Makassar melalui bazar buku internasional yang digelar di SMMCC (Summarecon Mutiara Makassar Convention Center) pada 2–12 April 2026.

 

Kehadiran ini menjadi bagian dari tur BBW Indonesia 2026 sekaligus penanda satu dekade perjalanan mereka dalam mendorong literasi di Tanah Air. Makassar dipilih karena dinilai sebagai kota strategis di kawasan timur Indonesia dengan pertumbuhan pelajar dan mahasiswa yang tinggi.

Public Relations BBW Indonesia, Andri Suharyono, mengatakan kembalinya BBW ke Makassar membawa misi yang sama, yakni memperluas akses masyarakat terhadap buku berkualitas dengan harga terjangkau.

Baca Juga : Proyek Jalan MYP Sulsel Masuki Tahap Pengaspalan, Mobilitas Warga Diharapkan Makin Lancar

“Makassar ini masih menjadi kota terbesar di Sulawesi. Kami melihat kebutuhan akan bahan bacaan, terutama buku internasional, sangat besar di sini,” ujarnya.

 

Menurutnya, selama ini akses terhadap buku berkualitas, khususnya buku impor, masih terbatas karena faktor jarak dan biaya. Banyak masyarakat harus ke Jakarta untuk mendapatkannya.

“Sekarang kami hadir langsung di sini supaya masyarakat bisa mendapatkan buku yang baik dengan harga lebih terjangkau tanpa tambahan ongkos kirim atau biaya perjalanan,” jelasnya.

Baca Juga : Appi: PSEL di TPA Antang Paling Efisien, Tekan Beban Daerah

Dalam gelaran ini, jutaan buku dari berbagai kategori dihadirkan, mulai dari anak usia dini, pelajar, remaja, hingga dewasa. Pengunjung juga bisa menikmati diskon hingga 90 persen, termasuk program buku murah dengan harga mulai Rp19 ribu.

Selain itu, BBW juga menargetkan kunjungan hingga 15 ribu orang saat akhir pekan dan sekitar 7 ribu pengunjung pada hari biasa selama 10 hari pelaksanaan.

Andri turut menyoroti pengalaman membaca buku fisik yang dinilai memiliki nilai lebih dibandingkan buku digital.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Bantah Penggunaan Anggaran Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter

“Ada sensasi berbeda saat membaca buku fisik, mulai dari membuka lembaran hingga mencium bau buku. Itu membuat pembaca lebih mudah mengingat isi bacaan dibandingkan membaca dari digital yang cenderung banyak distraksi,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, mengapresiasi pelaksanaan BBW di Makassar karena dinilai sejalan dengan upaya peningkatan literasi di daerah.

“Tentunya kami mendukung pelaksanaan BBW, yang mana kegiatan ini mendukung upaya kita meningkatkan literasi di Sulsel,” ujarnya.

Baca Juga : Pembangunan Jalan Seko Dipastikan Terus Berlanjut

Iqbal juga mengungkapkan pihaknya akan mendorong sekolah-sekolah untuk memanfaatkan momentum ini sebagai bagian dari kegiatan belajar di luar kelas.

Ia bahkan berencana meminta guru dan kepala sekolah untuk membawa siswa berkunjung ke lokasi bazar, sejalan dengan program membaca satu hari setiap minggu yang tengah digalakkan.

“Guru dan kepala sekolah akan didorong membawa muridnya ke sini untuk belajar di luar sekolah dan mendukung gerakan membaca tersebut,” tambahnya.

Baca Juga : Sekprov Sulsel Pimpin Rakor Pengawasan Perizinan Usaha Pariwisata

Sementara itu, Founder Big Bad Wolf Books, Andrew Yap, menegaskan bahwa kehadiran BBW di Makassar bukan sekadar bazar buku, melainkan bagian dari upaya membuka akses literasi yang lebih luas di Indonesia Timur.

Dengan berbagai program menarik dan dukungan berbagai pihak, BBW Makassar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang berburu buku murah, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.

BERITA TERKAIT