Selasa, 24 Maret 2026 02:29
Mobil melakukan lengisisan BBM di SPBU jeneponto akibat lonjakan permintaan jelang lebaran
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, JENEPONTO Lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Jeneponto dalam beberapa hari terakhir mulai menekan ketersediaan di lapangan. Kondisi ini bahkan memicu kenaikan harga eceran di tingkat masyarakat, di luar harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

 

Situasi tersebut terjadi seiring meningkatnya mobilitas warga menjelang dan selama momentum Idulfitri, yang berdampak langsung pada percepatan penyaluran BBM di sejumlah SPBU.

Permintaan melonjak, stok tertekan

Baca Juga : Pertamina Tambah Pasokan 351 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulawesi Utara

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengakui adanya lonjakan signifikan konsumsi Pertalite di wilayah tersebut.

 

Sales Branch Manager Sulselbar II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, mengatakan peningkatan permintaan terjadi dalam waktu singkat dan melampaui pola normal.

“Terjadi peningkatan demand dalam beberapa hari terakhir seiring momentum Idulfitri. Saat ini kami terus melakukan percepatan recovery stok di seluruh lembaga penyalur,” ujarnya.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar

Lonjakan ini menyebabkan distribusi BBM di SPBU berlangsung lebih cepat dari biasanya, bahkan di beberapa titik dilaporkan terjadi antrean.

Harga eceran naik di luar SPBU

Di tengah tekanan pasokan, muncul fenomena kenaikan harga di tingkat pengecer non-resmi.

Baca Juga : Distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara–Luwu Timur Mulai Normal, Pertamina Tambah Pasokan hingga 18 Persen

Pertamina menegaskan bahwa harga resmi hanya berlaku di SPBU, sementara harga di luar jalur distribusi resmi berada di luar pengawasan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menekankan pentingnya pembelian di jalur resmi.

“Masyarakat diharapkan membeli di SPBU resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan dan kualitas yang terjamin,” katanya.

Baca Juga : Direktur Manajemen Risiko Pertamina Tinjau Fuel Terminal Luwuk, Pastikan Keandalan Distribusi BBM Sulawesi

Antara lonjakan musiman dan potensi panic buying

Fenomena ini dinilai tidak lepas dari dua faktor utama:

lonjakan mobilitas saat Lebaran

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga dan Gubernur Sulteng Perkuat Sinergi Jamin Pasokan BBM–LPG Jelang Ramadan

potensi panic buying di masyarakat

Pertamina mengingatkan bahwa pembelian berlebihan justru dapat memperparah tekanan distribusi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan,” kata Ridho.

Distribusi diperkuat, pengawasan diperketat

Sebagai respons, Pertamina mempercepat distribusi dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga pasokan tetap stabil

Langkah yang dilakukan antara lain:

percepatan suplai ke SPBU

monitoring distribusi harian

penguatan pengawasan penyaluran

Langkah ini diharapkan mampu menormalkan kembali kondisi pasokan dalam waktu dekat.

Ujian distribusi energi saat momen puncak

Kasus di Jeneponto mencerminkan tantangan klasik distribusi energi di daerah saat momen puncak konsumsi.

Lonjakan permintaan yang terjadi dalam waktu singkat kerap:

melampaui kapasitas distribusi harian

memicu disparitas harga di lapangan

membuka celah spekulasi di tingkat pengecer

Kondisi di Jeneponto menunjukkan bahwa stabilitas pasokan BBM tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada perilaku konsumsi masyarakat dan efektivitas distribusi.

Dengan langkah percepatan yang dilakukan, Pertamina optimistis pasokan akan kembali stabil. Namun, peran masyarakat tetap menjadi kunci untuk mencegah tekanan berulang di masa mendatang.

BERITA TERKAIT