BANTAENG - Dalam rangka menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bantaeng melaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah pasar tradisional pada Senin, 16 Februari 2026.
Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bantaeng di dua titik utama, yakni Pasar Sentral Bantaeng dan Pasar Lambocca.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat.
Baca Juga : Bunda PAUD Bantaeng Lepas Ratusan Peserta Karnaval Hardiknas 2026
"Dari hasil pemantauan sementara, sejumlah komoditas utama seperti, minyak goreng, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan harga dan kami akan mencarikan solusi agar beberapa komoditas ini tetap stabil harganya menjelang bulan puasa hingga lebaran nanti" ungkapnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Hadir pada kegiatan tersebut, Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, Kasi Pemulihan aset dan Pengelolaan Barang bukti Kejari Bantaeng, Sepriyadi mewakili Kajari Bantaeng, Kasdim 1410/Bantaeng Mayor Inf Ruben Jacob Tana mewakili Dandim 1410/Bantaeng, Ketua DPRD Bantaeng H.Budi Santoso, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, H.Abdul Wahab serta kepala para OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
BERITA TERKAIT
-
Ketua TP PKK Bantaeng Sambangi SD Inpres Pullaweng, Tinjau Fasilitas dan Aktivitas Belajar
-
Bupati Bantaeng Presentasikan Rencana Pembangunan Strategis Daerah di Kementerian PPN/Bappenas
-
Jumat Bersih, Bupati Bantaeng Keliling dan Turun Langsung Bersihkan Lingkungan
-
Pemkab Bantaeng Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Distribusi Benih Unggul