RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulsel, H. Ali Yafid mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat dalam perjalanan mudik atau Pulang kampung pada momen Idulfitri 1447 H.
“Kalau Capek ki’ dalam perjalanan, Singgahki Istirahat, karena Kemenag Sulsel telah siapkan Ratusan rumah ibadah di sepanjang jalur utama yang siap melayani para Pemudik 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik lebaran Tahun 2026,” kata Kakanwil saat Pimpin Rakor jelang Libur Lebaran seluruh jajaran Kemenag Sulsel via Zoom pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kakanwil Kementerian Agama Sulsel menginformasikan saat ini ada 517 Rumah Ibadah, mengalami peningkatan jumlah dari yg sebelumnya 492 masjid di seluruh Kabupaten Kota yang telah terdaftar dan menyatakan siap berpartisipasi dalam program tersebut. Selain itu, sejumlah Madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) di sepanjang Jalur utama pemudik kabupaten/kota yang juga siap melayani.
Baca Juga : Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi
Rumah ibadah yang tersebar di sepanjang jalur mudik nasional termasuk di Sulsel dan siap menjadi tempat istirahat sementara bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh. Kehadiran posko Mudik di rumah ibadah ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam melayani masyarakat selama musim mudik.
Daftar titik Masjid Ramah Pemudik di Sulawesi Selatan melalui link berikut:
???? https://acesse.one/1A3F4 atau https://drive.google.com/file/d/1DhO4NCjwzEyqi0ngrty5rXISt58UJ7TI/view
Baca Juga : Pesan Menag Saat Buka Acara Milad ke-20 PPMI Sholawatul Is’ad
Kakanwil Ali Yafid Kembali menegaskan kepada seluruh Jajarannya di Satker Kabupaten Kota agar terus memantau dan memastikan kesiapan rumah-rumah ibadah yang berada di jalur mudik harus benar-benar siap melayani para pemudik selama periode perjalanan Lebaran, utamanya pastikan tanda tanda berupa Baliho atau Spanduk di Lokasi Ramah Pemudik terpasang strategis.
“Kita ingin agar rumah-rumah ibadah yang berada di jalur mudik benar-benar siap melayani para pemudik. Rumah ibadah tersebut diharapkan dapat dibuka selama 24 jam selama masa mudik, karena para pemudik datang silih berganti sepanjang waktu,” ujar Kakanwil.
Menurutnya, kesiapan layanan juga harus disertai dengan pengaturan petugas yang berjaga agar keamanan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.
Baca Juga : Kemenag Sulsel Ajak Mahasiswa UIM Jadi Agen Kerukunan dan Moderasi Beragama
“Perlu ada petugas yang berjaga agar keamanan tetap terjamin. Jangan sampai jamaah yang beristirahat justru mengalami kehilangan barang atau hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Kakanwil juga mendorong pengelola rumah ibadah menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik, terutama karena perjalanan mudik tahun ini berlangsung dalam suasana Ramadan. “Jika memungkinkan, disediakan takjil atau makanan berbuka bagi para pemudik, serta minuman atau makanan sederhana untuk sahur. Ini bagian dari pelayanan kemanusiaan dan kepedulian sosial,” katanya lagi.
Selain itu, ia meminta agar layanan yang diberikan benar-benar bersifat gratis dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu. “Pelayanan ini sebaiknya gratis. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran kepada pemudik. Karena itu perlu koordinasi dengan aparat setempat agar layanan ini benar-benar bebas biaya,” ujarnya.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Umar Buka Kegiatan Porseni Rangkaian Hari Amal Bakti ke-80 di Bone
Ali Yafid juga mendorong agar masjid menyediakan fasilitas tambahan yang dapat membantu kenyamanan perjalanan pemudik.
“Jika memungkinkan, disediakan fasilitas pengisian daya telepon seluler, ruang khusus bagi ibu menyusui, serta layanan sederhana seperti tambal dan isi angin ban kendaraan atau obat-obatan ringan, bahkan bisa bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk layanan kesehatan dasar,” tambahnya.
Kakanwil menambahkan bahwa pelaksanaan program tahun ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
Baca Juga : Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Provinsi Sulsel Tahun 2026 Dimulai Hari Ini
“Masjid-masjid dalam program ini berada di sepanjang jalur mudik nasional dan pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan serta Kepolisian Republik Indonesia,” tandasnya.