Jumat, 06 Februari 2026 13:29
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, JAKARTA — Di tengah proyeksi penjualan otomotif nasional 2026 sebesar 850.000 unit—lebih rendah dari level sebelum pandemi—PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), dan MUFG justru mempertegas agresivitasnya. Untuk tahun kelima berturut-turut, ketiganya menjadi sponsor utama Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026.

 

Langkah ini bukan sekadar branding. Ini adalah strategi penguasaan pangsa pembiayaan di salah satu momen transaksi otomotif terbesar tahun ini.

Data Gaikindo dan Kementerian Perindustrian menunjukkan target 850 ribu unit mencerminkan optimisme yang hati-hati. Artinya, persaingan pembiayaan akan semakin ketat. Dalam konteks itu, Danamon dan Adira Finance memanfaatkan IIMS sebagai kanal akuisisi langsung, menawarkan skema kredit agresif seperti KPM Prima dengan bunga mulai 1,70% tenor 12 bulan dan approval di tempat.

Baca Juga : Makin Mewah, Honda PCX160 Meluncur dengan Pilihan Warna Terbaru

Skema bunga rendah tersebut menjadi sinyal perang suku bunga di sektor pembiayaan otomotif, terutama untuk menarik konsumen yang sensitif terhadap cicilan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

 

Strategi Satu Grup Finansial

Didukung jaringan global MUFG, Danamon dan Adira tidak hanya menyasar konsumen ritel, tetapi juga membidik seluruh rantai pasok otomotif: produsen, APM, dealer, hingga pelaku aftermarket. Pendekatan “Satu Grup Finansial” memberi mereka keunggulan integrasi—mulai dari pembiayaan kendaraan, layanan perbankan, hingga dukungan korporasi.

Baca Juga : CSR Suzuki Indonesia 2025: Edukasi 5.974 Pelajar, Konservasi Mangrove 89% Survival Rate hingga Aksi Global Clean Up

Di arena IIMS yang dikunjungi lebih dari 500.000 orang setiap tahun, kehadiran empat booth di lokasi strategis (Hall D, Hall C2, Hall C3, dan area outdoor) menunjukkan keseriusan membangun dominasi visibilitas sekaligus penetrasi transaksi Fokus tidak hanya pada kendaraan konvensional, tetapi juga kendaraan listrik (EV). Adira menawarkan bunga 0% untuk motor tertentu serta bonus asuransi Autocillin bagi kredit EV. Ini memperlihatkan adaptasi terhadap tren elektrifikasi yang mulai memengaruhi pola pembiayaan.

Perang Promo dan Akuisisi Nasabah

Program tiket Rp1, cashback QRIS, cicilan 0%, hingga voucher ratusan ribu rupiah bukan sekadar gimmick. Ini adalah strategi meningkatkan penggunaan ekosistem pembayaran digital D-Bank PRO serta memperluas basis nasabah kartu kredit dan debit.

Baca Juga : Adira Finance Syariah Hadirkan Pembiayaan Haji Plus Hasanah, Jawab Panjangnya Antrean Haji Reguler

Secara bisnis, IIMS menjadi momentum cross-selling: pembiayaan kendaraan dikombinasikan dengan akuisisi kartu kredit, transaksi QRIS, hingga loyalty program berbasis D-Point.

Bagi Adira Finance, fasilitas trade-in resmi dan approval di tempat menekan hambatan psikologis pembelian. Sementara program Umrah Untuk Sahabat dengan peluang dua kali lipat menjadi daya tarik emosional yang menyasar segmen masyarakat luas.

Implikasi Industri

Baca Juga : GIIAS Makassar 2025 Resmi Dibuka, Wali Kota Munafri Apresiasi Kepercayaan GAIKINDO

Di tengah target nasional 850 ribu unit, pertumbuhan industri otomotif 2026 akan sangat ditentukan oleh ketersediaan pembiayaan yang kompetitif. Bank dan multifinance bukan lagi sekadar pendukung, tetapi motor penggerak volume penjualan.

Dengan dominasi pembiayaan di ajang sebesar IIMS, Danamon–Adira–MUFG memperlihatkan bahwa persaingan industri otomotif kini juga merupakan persaingan ekosistem finansial.

Jika penetrasi kredit mampu dijaga dengan kualitas aset yang sehat, strategi agresif ini berpotensi memperkuat posisi grup sebagai pemain utama pembiayaan otomotif nasional di tengah perlambatan global.