Rabu, 04 Februari 2026 11:17
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan proses pemulihan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi intensif bersama pemerintah kabupaten setempat
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU,COM, LUWU TIMUR, — Satu pekan setelah akses jalur distribusi utama menuju Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur kembali terbuka, penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah tersebut mulai berangsur pulih dan bergerak menuju kondisi normal.

 

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan proses pemulihan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi intensif bersama pemerintah kabupaten setempat. Langkah ini ditempuh menyusul terhentinya distribusi energi selama kurang lebih lima hari akibat terganggunya akses transportasi.

Pemulihan dilakukan dalam dua tahap utama. Pertama, pemerataan distribusi ke seluruh SPBU dan agen LPG agar ketersediaan kembali merata. Tahap berikutnya adalah penguatan ketahanan stok di masing-masing lembaga penyalur untuk mencegah kekosongan pasokan.

Baca Juga : Scoopy Girls MASTY 2026 di Makassar: 50 Bikers Jelajahi Ikon Kota, Kampanye Safety Riding hingga Ajang Ekspresi Gaya

Sebagai bentuk percepatan, suplai BBM ke wilayah terdampak ditingkatkan di atas rata-rata konsumsi harian. Untuk Kabupaten Luwu Utara, pasokan gasoline ditambah 18 persen dan gasoil 15 persen dari rerata normal. Sementara di Luwu Timur, penambahan mencapai 16 persen untuk gasoline dan 10 persen untuk gasoil. Fuel Terminal (FT) Palopo juga dioperasikan melebihi jam layanan reguler dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja dan HSSE.

 

Selain mengoptimalkan FT Palopo, Pertamina turut memaksimalkan peran Fuel Terminal Poso sebagai titik suplai alternatif. Dukungan dari FT Poso menjadi krusial terutama pada fase awal pemulihan, ketika jalur distribusi utama masih dalam proses normalisasi. Skema ini bertujuan menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mempercepat pemerataan distribusi di wilayah terdampak.

Untuk komoditas LPG, Pertamina bersama pemerintah daerah menggelar operasi pasar di sejumlah titik yang ditentukan. Kegiatan ini diawasi oleh Dinas Perdagangan dan didukung Satpol PP guna memastikan distribusi tepat sasaran. Secara total, tambahan LPG yang digelontorkan di Luwu Utara dan Luwu Timur mencapai 11.200 tabung atau sekitar 50 persen di atas alokasi harian normal.

Baca Juga : Direktur Manajemen Risiko Pertamina Tinjau Fuel Terminal Luwuk, Pastikan Keandalan Distribusi BBM Sulawesi

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, mengapresiasi kolaborasi lintas pihak selama proses pemulihan berlangsung.

“Sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam mempercepat stabilisasi distribusi energi. Kami berkomitmen memastikan pasokan BBM dan LPG kembali stabil dan dapat diakses masyarakat secara merata,” ujarnya.

Di sisi lain, Pertamina mencatat adanya indikasi panic buying di sejumlah titik, termasuk merambah ke wilayah Kota Palopo dan sekitarnya, dipicu oleh beredarnya informasi terkait rencana aksi lanjutan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses normalisasi distribusi.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Standby Salurkan BBM dan LPG ke Luwu Raya Usai Akses Trans Sulawesi Dibuka

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM maupun LPG sesuai kebutuhan. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pemulihan berjalan optimal dan pasokan energi di Luwu Utara serta Luwu Timur dapat segera sepenuhnya stabil.

Informasi lebih lanjut terkait layanan dan produk Pertamina dapat diakses melalui laman mypertamina.id, media sosial @pertaminasulawesi dan @mypertamina, atau melalui Pertamina Call Center (PCC) 135.