GOWA --- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Sebagai bentuk komitmennya, pihaknya semakin memperkuat kolaborasi bersama Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK) dan Baznas.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menegaskan Program LACAK merupakan salah satu program prioritas Pemkab Gowa yang akan terus dijalankan secara berkelanjutan sebagai upaya nyata pengentasan kemiskinan.
“LACAK hadir untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinannya. Apalagi Presiden Republik Indonesia telah menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu program prioritas nasional,” ungkapnya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK) Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (15/1).
Baca Juga : Peringati Hari Desa Nasional 2026, Bupati Gowa Launching Aplikasi "Siap Pakde"
Dirinya menyampaikan sepanjang tahun 2025, Pemkab Gowa bersama LACAK dan Baznas terus melakukan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga sasaran.
“LACAK berfungsi untuk memastikan bahwa proses perencanaan, penganggaran, dan
pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan berjalan secara tepat sasaran, terukur, dan dapat dievaluasi, sedangkan Baznas akan memberikan bantuan sesuai hasil assesment dari LACAK berkoordinasi dengan SKPD terkait, yang merupakan hasil sedekah seluruh ASN Pemkab Gowa,” jelasnya.
Baca Juga : Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Dalam Rakor tersebut, Bupati Gowa juga menyampaikan rencana pembangunan dashboard data kemiskinan yang dapat dipantau langsung oleh pimpinan daerah dan terkoneksi dengan desa dan kelurahan.
Dashboard ini akan terintegrasi dengan aplikasi yang telah dilaunching oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), sehingga sinkron dengan Program LACAK.
“Seluruh camat, lurah, dan kepala desa harus mengetahui data kemiskinan di wilayahnya dan melaporkannya melalui aplikasi yang disiapkan. Begitu pula data infrastruktur, seperti jalan dan kebutuhan lainnya. Dengan sistem ini, di tengah kebijakan efisiensi, program tetap berjalan dan anggaran digunakan secara tepat sasaran,” jelasnya.
Baca Juga : Pemkab Gowa Dukung Komitmen Presiden Prabowo Hapus Kemiskinan Ekstrem
Olehnya dirinya mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya tim LACAK dan Baznas yang selama ini aktif melakukan intervensi langsung kepada masyarakat terlebih yang tidak terjangkau oleh bantuan nasional.
“Terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat, saya minta di tahun 2026 ini dengan semangat Gowa Bersama, tim LACAK bersama Baznas dan SKPD terkair terus meningkatkan kolaborasi, kerjasama semaksimalkan mungkin untuk intervensi KME, sehingga tujuan kita dalam menekan angka miskin ekstrem bisa segera terwujud,” harapnya.
Sementara Ketua LACAK Centre Kabupaten Gowa, Kaharuddin, melaporkan sejak Agustus hingga Desember, telah masuk 1.015 data masyarakat, dimana data terbanyak berasal dari Kecamatan Bajeng, Somba Opu, Pallangga, dan Bontonompo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 885 data telah diajukan ke Dinas Sosial.
“Rekomendasi intervensi meliputi bedah rumah, bantuan pendidikan, kesehatan, hingga bantuan usaha. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perkimtan untuk bantuan 13 unit rumah, jaringan listrik gratis, serta program lintas sektor lainnya,” sebutnya.
Kaharuddin menambahkan, tahun ini LACAK akan melaksanakan gerakan bulan pendataan, dengan target tersedianya data by name by address di setiap desa. Upaya ini didukung oleh 765 relawan Lacak hingga tingkat dusun.
“Penanggulangan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama,” tegasnya.
Baca Juga : Potensi Curah Hujan Tinggi di Gowa, Bupati Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Ditempat yang sama, Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Gowa, Anwar, menyampaikan selama periode Agustus hingga Desember, Baznas telah menyalurkan dan mendayagunakan dana program kurang lebih sebesar Rp1,6 miliar.
“Bulan Agustus penyaluran Rp112 juta, September Rp389 juta, Oktober Rp463 juta, November Rp410 juta, Desember Rp275 juta, beberapa intervensi yang kita lakukan adalah peogram Rumah Layak Huni sebanyak 27 unit, Zmart 25 unit, bantuan usaha dan lainnya,” pungkasnya.
Turut hadir Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Wakil Ketua DPRD Gowa, Taufik Surullah, Ketua Baznas Kabupaten Gowa, Abbas Alauddin, para Pimpinan SKPD, Camat dan Tim LACAK se-Kabupaten Gowa.