RAKYATKU.COM - Satu orang warga Kecamatan Suli dilaporkan belum kembali sejak ia mengecek pompa air untuk melakukan pembersihan rumah pasca banjir selepas Isya pada Senin 6/5/2024.
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
Tim SAR gabungan yang berada sekitar setengah kilometer dari lokasi rumah korban segera melakukan pencarian.
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
"Begitu kami menerima laporan pada Senin malam sekitar pukul 19.50 Wita dari Pak Camat Suli, Tim SAR gabungan segera menuju ke rumah korban di sekitar Sungai Cimpu. Dan hanya ditemukan parang yang sempat di bawa oleh korban, namun karena penerangan yang terbatas dan tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian pada malam hari, maka kami lakukan di pagi ini," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarmas Makassar, Andi Sultan pada Selasa 7/5/2024.
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
Baca Juga : Perempuan yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia di Sidrap
Sultan menambahkan bahwa korban bernama Suardi (L/70 Thn) dan hingga saat ini ada dua orang dengan status dalam pencarian oleh tim sar gabungan.
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
"Hari ini merupakan hari kelima pencarian, namun masih belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban, hingga pencarian akan semakin diperluas. Terutama dengan adanya ratusan potensi sar yang terlibat," sebut Sultan.
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
Sultan mengatakan SRU (Search and Rescue Unit) hari ini terbagi menjadi tiga sektor yaitu Sektor 1 dari Lkk Sampai jembatan Gantung sejauh lima kilometer dengan pencarian yang lebih luas di daerah yang terdampak Banjir bandang. Sektor 2 dari Jembatan Gantung sampai ke bendungan sejauh lima kilometer dengan pencarian yg lebih luas di daerah yg terdampak banjir bandang. Sektor 3 dari bendungan Sampai Desa Buntu Barana sejauh lima kilometer dengan pencarian yg lebih luas di daerah yg terdampak banjir bandang.
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
Baca Juga : Hari Kedua Pencarian Warga Makassar yang Tenggelam di Sungai Mangampa Maros
Sementara itu ada 2 SRU yang terbagi lagi yaitu Satu Tim melakukan pencarian di sungai Cimpu, dimana di duga salah seorang korban terjatuh ke sungai saat memperbaiki mesin pompa untuk membersihkan Rumah yang terdampak banjir dan Satu Tim Menuju ke Kecamatan Latimojong untuk melakukan evakuasi terhadap warga yg terisolir.
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
"Dengan keseluruhan jumlah personel yang terlibat sebanyak 469 orang, semoga hari ini tim sar gabungan dapat menemukan korban," tutup Sultan
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
Hingga saat ini telah korban jiwa akibat bencana banjir di Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu pada Kamis malam telah mencapai 11 orang meninggal dunia. Dan kini terdapat dua korban yang dalam pencarian.
Baca Juga : Kamsi, Pahlawan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan 9 Orang
Baca Juga : Siaga SAR Merah Putih 2025 Gunung Bawakaraeng Ditutup, Satu Pendaki Meninggal Dunia
Baca Juga : Keasikan Berenang, Pelajar kelas 6 SD di Pangkep Tenggelam di Sungai
Berikut nama-nama korban yang terdampak banjir, yaitu: Rumpak (L/97 Thn), Jatima (P/55 Thn) Rima (P/84 Thn), Muh Misdar (L/29 Thn), Mawi (L/57 Thn), Sukma (P/9 Thn), Kapila (L/84 Thn), Ambo Accung (L), Nadira (P/40 Thn), Sunarti (P/40 Thn) dan Ulfiana (8 Thn). Sementara korban yang masih dalam pencarian yaitu Mutmita (P/5 Thn) dan Suardi (L/70 Thn).