Sabtu, 02 Maret 2024 09:15
Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, saat memberikan keterangan pers usai menghadiri Business Forum with Halal Industry, di Hotel Cordis, Auckland, Selandia, Jumat (1/3/2024). (Foto: BPMI Setwapres)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, AUCKLAND - Memasuki Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi, masyarakat Indonesia masih dibayangi harga beras yang belum kembali normal.

 

Mencegah keresahan masyarakat, Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, meyakinkan pemerintah berupaya mengembalikan harga beras kembali normal

"Pemerintah melakukan langkah dua hal. Pertama, ketersediaan barangnya ada, dan kedua, pengendalian harga. Nah, pengendalian harga ini ternyata tidak mudah, tapi kita harapkan seperti dikatakan oleh Presiden, sebentar lagi karena diharapkan ada panen, (harga) bisa turun," ungkap Wapres Ma'ruf dalam keterangan pers usai menghadiri Business Forum with Halal Industry, di Hotel Cordis, Auckland, Selandia, Jumat (1/3/2024).

Baca Juga : OJK dan MUI Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Dorong Penguatan Sektor Keuangan Syariah

Wapres Ma'ruf menerangkan secara nasional memang Indonesia sempat mengalami defisit akibat panen raya yang tertunda sebagai dampak dari cuaca ekstrem El Nino.

 

Gejala serupa juga dialami secara global di banyak wilayah di seluruh dunia. Kendati demikian, pemerintah Indonesia telah berupaya untuk memenuhi kebutuhan beras dengan impor.

"Jadi penyediaan, ketersediaan beras itu cukup melalui impor ini,” tuturnya.

Baca Juga : Wapres Ma’ruf Amin Ungkap Dua Strategis Pemerintah Tekan Kemiskinan Ekstrem

Menurut Wapres Ma'ruf, kebutuhan beras di masyarakat akan terpenuhi secara bertahap dan tinggal menunggu harga beras kembali normal.

“Mudah-mudahan, kita ikuti saja,” ucapnya.