Sabtu, 27 Mei 2023 17:46
Anak-anak sedang menunjukkan karya seni berupa aneka makanan tradisional
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR-- Project Penguatan Profil Pemuda Pancasila Berbasis Nilai Inti (P5BNI) merupakan program dasar Yayasan Paulus yang diterapkan disetiap sekolah baik SD,SMP maupun SMA.

 

Nilai-nilai yang ingin di tanamkan dalam P5 sesungguhya senada dengan core value Yayasan Paulus Makassar sehingga melahirkan istilah P5BNI dan kini menjadi program nasional yang diterapkan di seluruh sekolah di Tanah Air yaitu Program Merdeka Belajar.

Program Merdeka Belajar yang disosialisasikan oleh Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Nadiem Makariem adalah suatu pendekatan yang dilakukan agar siswa dan siswi bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dilakukan agar para siswa dan siswi bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa.

Baca Juga : Siswi SMP Katolik Sudiang Berhasil Tampilkan Busana Berbahan Dasar Koran Pada Kegiatan P5BNI

Ketua Project P5BNI SD Santo Yakobos, Susly Fincensia Tambing, menjelaskan kegiatan ini merupakan yang pertama dilakukan di sekolah ini, dan mulai kami laksanakan di awal semester. Tema yang diusung Kearifan Lokal Membangun Karakter dan Melestarikan Budaya dengan Karya.

 

"Kegiatan hari ini melalui tiga tahapan yaitu awalnya pengenalan, kami perkenalkan program P5BNI ke anak didik itu seperti apa, terus mulai melakukan proses pelatihan, dan terakhir hari ini kita lihat aksi mereka. Tentunya keberhasilan kegiatan hari ini berkat kerjasama siswa, orangtua dan guru. Orangtua harus terlibat dan mengerti maksud dan tujuan kegiatan ini karena untuk bekal anak-anak juga kedepannya," ungkapnya.

Adapun kegiatan aksi seni yang dilaksanakan hari ini tampak jelas terlihat, mulai dari penggunaan pakaian adat, penyajian aneka makanan dan minuman tradisional, tari-tarian dan lantunan lagu daerah yang mengangkat budaya lokal, tujuannya agar anak-anak tidak lupa dengan budaya lokal, apalagi jaman sekarang semua sistem digital jangan sampai budaya lokal mulai tergerus dengan masuknya budaya-budaya luar.

Baca Juga : Gelar Lomba Mewarnai dan Dance, 500 siswa Di Bawah Naungan Yayasan Paulus Makassar Padati Mal Phipo

Kepala Sekolah SD Santo Yakobus, Herlina Pasoloran, menambahkan suksesnya kegiatan ini tidak lepas dari support Yayasan Paulus Makassar, juga Pemerintah kota Makassar yang selalu memfasilitasi dan mendukung serta membekali tenaga pendidik dengan pelatihan-pelatihan yang membangun karakter pendidik dan wawasan, Sehingga bisa menyalurkan ke anak didik.

"Terimakasih juga kepada Pemerintah kota Makassar yang hari ini telah mensupport kami berupa tenda, panggung dan Nasi kotak. Juga memberikan persiapan pembekalan pengawas dan studi banding, semoga terus mensupport kami khususnya tenaga pendidik dengan berbagai pelatihan keahlian dan kecakapan," ucapnya.

Dalam Kesempatan ini, Herlina juga mengatakan untuk tahun ajaran baru 2023/2024 SD Santo Yakobus masih membuka penerimaan anak didik baru. Jadi bagi orangtua yang lagi mencari sekolah untuk putra putrinya bisa langsung ke SD Santo Yakobus.

Baca Juga : SD Katolik Mamajang Gelar Karya Budaya P5BNI. Ada Makanan dan Tarian Tradisional

Kepala Perwakilan Yayasan Paulus wilayah Makassar, Pastor Ardyanto mengatakan Yayasan Paulus Makassar akan selalu mendukung dan mensupport semua kegiatan positif yang sekolah lakukan untuk pengembangan karakter siswa menjadi pelajar yang tidak hanya cedas tetapi berkarakter.

Kegiatan-kegiatan seperti ini tentunya akan mengajarkan banyak hal kepada pelajar, pelajar tidak hanya cerdas secara akademik tetapi produktif menghasilkan karya seni dan memiliki karakter yang unggul dan penuh kasih. Kegiatan ini juga mengajarkan anak didik sejak dini untuk belajar hidup bergotong royong, saling membantu, hidup berdampingan dengan yang lain, tidak egois dan terus melestarikan budaya bangsa.

Pastor Ardy, sapaan akrabnya juga membeberkan bahwa para tenaga didik di Yayasan Paulus Makassar akan terus dibekali tidak hanya pelatihan akademik tetapi karakter dan Spiritual juga seperti mengadakan rekoleksi rutin.

Baca Juga : Gelar P5BNI SD Katolik Santo Aloysius Berhasil Ciptakan Cairan Pembersih Lantai dari Bahan Organik

"Penilaiannya berdasarkan apakah sudah tenaga pendidik menerapkan nilai inti Yayasan Paulus Makassar yaitu Unggul Kreatif, Kasih dan Misioner" jelasnya.

Pastor Ardy menambahkan pelatihan tidak hanya dilakukan kepada tenaga pengajar saja, tetapi tenaga kependidikan seperti Tata usaha bendahara, pramu, keamanan juga diberikan pelatihan dan pembekalan baik secara karakter maupun spiritual. Semua Staf, Guru, karyawan yang berada dalam naungan Yayasan Paulus Makassar yang paling utama harus berpegang teguh pada nilai inti yang terus digaungkan yaitu Unggul Kreatif, Kasih dan Misioner.