Minggu, 07 Mei 2023 20:24
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Politisi muda Golkar Sulsel, Abdul Kadir Jailani menyebut sistem proporsional tertutup akan menjadi tantangan berat bagi pendatang baru di partai politik. Pasalnya jika itu ditetapkan, sepenuhnya akan ditentukan oleh internal partai.

 

"Sebaiknya pemerintah mempertimbangkan dampaknya jila sistem ini berlaku dan akan berdampak panjang bagi sistem politik kita ke depan. Kita tidak ingin demokrasi kita mundur jauh ke belakang yang tidak sesuai dengan amanat cita-cita reformasi yang digaungkan sejak tahun 1998. Semua calon berpotensi menang itu yang harus dikedepankan. Kapan sistem ini berlaku akan mengurangi keterlibatan pendatang baru di pileg 2024 mendatang," ungkap Abdul Kadir pada Ahad 07/05/2023.

Alumni Golkar Institut ini menegaskan tidak sepakat dengan sistem proporsional tertutup tersebut.

Baca Juga : Sukseskan Pemilu, Damkar Makassar Siapkan 14 Armada Siaga 24 Jam

"Sistem proporsional tertutup memaksa masyarakat suka tidak suka harus menerima orang yang dipilih oleh partai politik, hal inilah sangat memungkinkan orang yang tidak disukai tetap bertengger sebagai wakil rakyat karena adanya kedekatan dengan elite partai," tutupnya.

 

Untuk diketahui, jika sesuai dengan yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemilihan Umum (Pemilu) akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024.

TAG