Senin, 17 April 2023 22:18
Ilustrasi (AP/Nariman El-Mofty)
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM - Setidaknya 83 orang tewas dan 1.126 orang terluka akibat bentrokan bersenjata yang meletus antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF), kata juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dikutip oleh Al - Saluran TV Hadath.

 

“Sejak awal pertempuran antara tentara dan pasukan pendukung cepat [di Sudan], setidaknya 83 orang tewas dan 1.126 menderita luka-luka,” kata juru bicara itu.

"Barang-barang medis yang didistribusikan di seluruh rumah sakit di ibu kota negara Khartoum sebelum peristiwa terkini telah habis untuk sementara waktu," katanya.

Baca Juga : Lima Alumni Al Birr Unismuh Makassar yang Belajar di Sudan Belum Diketahui Keberadaannya

"Para dokter, tenaga medis dan seluruh sektor kesehatan menghadapi kesulitan dan masalah besar di Khartoum karena tidak ada keamanan," kata juru bicara itu.

 

Situasi di Sudan meningkat karena ketidaksepakatan antara komandan SAF Abdel Fattah al-Burhan, yang juga mengepalai Dewan Kedaulatan (badan pemerintahan negara), dan wakilnya di dewan, Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti), kepala RSF.

Pada pagi hari tanggal 15 April, bentrokan pecah antara kedua pasukan di dekat pangkalan militer di kota Merowe dan di ibu kota Sudan, Khartoum.

Baca Juga : Pentagon Tempatkan Pasukan di Dekat Sudan

Sumber: TASS / 17 April