RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD) yang jatuh tiap 8 Maret, Wakil Wali Kota (Wawali) Makassar, Fatmawati Rusdi, menyerukan agar tidak ada lagi diskriminasi yang ditujukan kepada perempuan.
Seruan ini sejalan dengan tema IWD 2023, yakni Inovasi dan Teknologi untuk Kesetaraan Gender.
Baca Juga : HORE Expo 2026 Dorong Kebangkitan Industri Hotel dan Restoran Sulsel, Libatkan Puluhan Tenant UMKM
Fatma mengatakan, pada era perkembangan teknologi modern masih banyak bias perbedaan perlakuan atau diskriminasi terhadap perempuan.
Hal ini, kata dia, perlu menjadi perhatian bagi semua elemen agar tidak lagi menjadikan perempuan sebagai objek eksploitasi. Terlebih, Fatma melihat peran perempuan di semua sektor sudah mampu berkiprah dan mengambil bagian dalam kemajuan peradaban.
Artinya, lanjutnya, tidak ada lagi stereotipe atau anggapan bahwa perempuan tidak mampu dan terbatas dalam pergerakan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Larang Bunyikan Petasan dan Konvoi di Malam Pergantian Tahun Baru
"Kesetaraan harus dimiliki karena perempuan memiliki kesempatan dan juga kemampuan yang sama di banyak bidang. Kita banyak melihat anggapan bahwa perempuan itu perannya terbatas," ujar Fatma, Rabu (8/3/2023).
Fatma juga mengatakan kesetaraan gender bukan hal yang tabu lagi untuk dibicarakan dan diperjuangkan. Sebab, sejalan dengan misi Danny-Fatma, yakni restorasi ruang kota yang insklusif menuju kota nyaman kelas dunia yang sombere' dan smart city untuk semua.
"Misi kami membuat kota ini dapat dihuni secara nyaman oleh semua orang tanpa adanya diskriminasi gender, usia, golongan suku dan ras,” tuturnya.
Baca Juga : Hadirkan Inovasi Pengolahan Sampah, Pemkot Makassar Gelar Festival Daur Bumi 2025
Tak hanya itu, Fatma juga menyebutkan peran perempuan itu sangat besar dalam menciptakan generasi-generasi penerus untuk kemajuan sebuah kota.
Khusus di Makassar, kata Fatma, peran perempuan dapat dilihat dalam menyukseskan program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, seperti Jagai Anak-ta'.
Program ini membutuhkan peran besar seorang perempuan atau ibu dalam menjaga dan mendidik anaknya agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat.
Baca Juga : Setelah Bertahun-Tahun Dikuasai Pihak Ketiga, Pasar Butung Segera Diambil Alih Pemkot
Selanjutnya, peran perempuan bisa juga dilihat pada sektor ekonomi program Pemkot Makassar, yakni Lorong Wisata (Longwis). Kebangkitan awal 1.096 lorong di Makassar 90 persen dilakukan perempuan. Mulai penataan lorong, penanaman bibit, merawat, memanen hasil lorong, hingga menghasilkan uang untuk kehidupan sehari-hari.
Ini menjadi bukti peran perempuan tidak hanya lingkup kecil saja, tetapi dapat membangkitkan perekonomian dari bawah.
Karenanya, Fatma berharap pada momentum Hari Perempuan Internasional ini, perempuan makin banyak diberikan ruang dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengambil peran dalam mendukung program Pemkot Makassar.
Baca Juga : Munafri Terima Aspirasi Warga, Tekankan Demokrasi RT Bersih dan Transparan
"Tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan. Saya tekankan itu. Saya ajak-ki' semua perempuan di Makassar untuk bisa lebih berkontribusi, mengasah skill dan mengawal program Pemkot Makassar. Dan juga menunjukkan kemampuannya bahwa perempuan tidak lemah dan bisa melakukan banyak hal," harapnya.
