Jumat, 03 Maret 2023 21:04
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR-- Politeknik Parieisata Makassar gelar kuliah umum "Studium Generali" dengan tema Membangun Pariwisata berkelanjutan melalui kolaborasi.

 

Kegiatan ini di gelar di auditotium lantai 9 kampus Poltekpar Makassar, jalan Gunung Rinjani, Makassar, jumat (3/2).

Turut hadir Kadis pariwisata provinsi Sulawesi Selatan, Kadis Pariwisata kota Makassar, LLDikti, SMK pariwisata, dan para pelaku pariwisata.

Baca Juga : Poltekpar Makassar Dorong Desa Wisata Berbasis Ekowisata, Geopark Maros–Pangkep Jadi Motor Ekonomi Lokal

Direktur Poltekpar Makassar, Muhammad Arifin dalam sambutannya mengatakan kuliah umum ini menjadi bukti kolaborasi dengan pentahelix yang ada di sulsel khususnya dengan masyarakat pelaku pariwisata.

 

Kegiatan ini adalah program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan tahun kembali di laksanakan dengan tema “Membangun Pariwisata Berkelanjutan Melalui Kolaborasi.

“Pesertanya itu termasuk siswa SMK Pariwisata, dan peserta ini, Insya Allah akan mendapatkan pencerahan bagaimana pengelolaan kepariwisataan di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga : Poltekpar Makassar Kantongi ISO Pendidikan Internasional, Perkuat Daya Saing SDM Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membeberkan capaian pariwisata di tanah air secara nasional pada tahun 2022 utamanya jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) mencapai 5,47 juta dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) 703 juta.

”Target 2023 untuk Wisman yakni 3,5-7, 4 juta, Wisnus 1,2-1, 4 juta dengan nilai devisa 2,07-5, 95 USS,” Ujar Sandiaga.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan untuk ekspor Ekraf ditargetkan 26,46 miliar USD dengan nilai tambah Ekonomi Kreatif Rp1, 279 triliun.

Baca Juga : Poltekpar Makassar Gelar Festival Jepang, Perkuat Kolaborasi dan Kompetensi Global SDM Pariwisata

“Jumlah tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif. Pariwisata 22,4 (juta orang). konomi Kreatif 22,59 (Juta orang),” terangnya.

Menurut Sandiaga arah kebijakan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif ini perlu didukungan untuk percepatan dan ini harus ada kolaborasi dari berbagai pihak

“Ketika ini sudah dilakukan nantinya yang harus dilakukan optimalisasi kelembagaan maupun kurikulum pendidikan dan pelatihan hijau pariwisata dan ekonomi kreatif. Meningkatkan sertifikasi SDM dan penguatan komunitas,” tutupnya