Kamis, 26 Januari 2023 08:57
Editor : Redaksi

JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan bahwa progres kesiapan penyelenggaraan perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia terus berjalan dengan baik.

 

"Secara keseluruhan, ini sudah dalam kondisi siap. Tinggal ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian kita, misalnya untuk FIFA Under 20 World Cup yang tadinya tidak ada acara opening dan closing tapi sekarang FIFA sudah setuju, maka itu perlu dibicarakan dan perlu mendapatkan persetujuan dari Pak Presiden," tutur Zainudin usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 25 Januari 2023.

Dikatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan memastikan kesiapan stadion yang akan digunakan dalam perhelatan FIFA Under 20 World Cup.

Baca Juga : Tidak Bertindak atas Kekerasan Israel Terhadap Palestina, FIFA Dikecam

"Kementerian PU sudah menjalankan apa yang menjadi tugasnya untuk merenovasi semua stadion. Dan tempat-tempat itu ada di GBK Jakarta, Jalak Harupat Bandung, Manahan Solo, kemudian GBT Surabaya, Jakabaring Palembang, kemudian Wayan Dipta Bali. Jadi nggak ada masalah," ujar Menpora.

 

Selain pelaksanaan FIFA Under 20 World Cup, Indonesia juga siap menyelenggarakan FIBA World Cup tahun 2023 dan ANOC World Beach Game 2023.

FIBA World Cup akan dilaksanakan di Indoor Multifunction Stadium, Gelora Bung Karno.

Baca Juga : FIFA Pertimbangkan Ubah Aturan Offside Usai Terima Masukan Arsene Wenger

"Kemudian untuk FIBA juga nggak ada masalah karena kita sudah punya tempat yang multifunction yang akan digunakan oleh FIBA karena kita hanya jadi tuan rumah, kita tidak lolos, tidak menjadi peserta," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa ANOC World Beach Games akan digelar di Bali, pada tanggal 5-12 Agustus 2023 dan akan dihadiri oleh 205 negara. Okto pun berharap agar perhelatan tersebut dapat mendorong perekonomian Indonesia.

"Tentunya sesuai dengan arahan Bapak Presiden sejak tahun 2019 untuk menjemput kegiatan-kegiatan internasional Indonesia, diharapkan bisa mendorong perekonomian Indonesia lebih cepat lagi," ucap Okto.