Sabtu, 07 Januari 2023 16:29
Editor : Usman Pala

RAKYATKU.COM -- Sekolah Putri Darul Istiqamah (Spidi) kembali menggelar Learning Exhibition serta Presentasi Project dan KIR dengan konsep yang berbeda pada tnggal 3-7 Januari 2023.

 

Learning Exhibition merupakan model evaluasi triwulan yang dilakukan oleh para siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah.

Evaluasi yang dilakukan mengenai seluruh materi yang telah diajarkan.

Baca Juga : SPIDI Gelar Aqsha Competition 2022 Tingkat Nasional, Dihadiri 531 Peserta

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Indra Mauraga mengungkapkan Learning Exhibition merupakan sebuah model evaluasi yang dilakukan oleh SPIDI dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang kontekstual.

 

"Learning Exhibition ini diharapkan dapat memberi pemahaman secara kontekstual kepada para siswi mengenai seluruh teori pembelajaran selama ini," ungkapnya.

Direktur Pendidikan SPIDI, Dr. Riza Sativani Hayati menjelaskan perbedaan antara Learning Exhibition pada MID semester lalu dan kali ini.

Baca Juga : Sekolah Putri Darul Istiqamah Maros Raih Juara 1 Lomba Video Pendek Disdik Sulsel

"Kalau biasanya project dan Karya Ilmiah anak-anak dipresentasikan hanya di depan guru, tamu undangan, dan orang tua, project dan KIR kali ini dipresentasikan ke lembaga-lembaga dan akademisi, lembaga ini antara lain daril BLH, Google, dan dosen diberbagai Universitas" jelasnya.

Dr. Riza Sativani juga menambahkan bahwa hampir semua assessor eksternal berlatar belakang S3, lulusan dalam dan luar negeri.

"Berbagai praktisi dan dosen dengan latar belakang sesuai project dan KIR yang dibuat anak-anak kita jadikan sebagai assessor yang menilai serta memberikan masukan ke anak-anak untuk pengembangan selanjutnya," tambahnya.

Baca Juga : Kadis Pendidikan Sulsel Apresiasi Aqsha Competition 2021

Assessor dan Praktisi yang turut hadir baik secara online maupun offline memberikan apresiasi yang tinggi terhadap karya yang dipresentasikan oleh siswi.

"Karya yang luar biasa dibuat oleh siswi yang masih tingkat SMP dan SMA, mulai dari project berbasis kearifan lokal hingga project digital," ungkap salah satu assessor.

Berbagai jenis karya dalam bentuk project yang dipresentasikan oleh siswi antara lain, APPS IFTAH Project, Short Video Japanese, Pendengali Lampu Menggunakan Sistem IOT (Internet of Things), Monopoli Zakat sebagai Media Bantu Pembelajaran Ekonomi Tingkat SMP, dan lain sebagainya.