Rabu, 30 November 2022 09:02
Konferensi pers update penanganan bencana gempa Cianjur di Pendopo Bupati Cianjur, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022). (Foto: Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, CIANJUR - Tim gabungan pencarian dan penyelamatan gempa bumi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil menemukan empat jenazah di lokasi pencarian, Selasa (29/11/2022). Penemuan ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 327 orang.

 

Sementara itu, korban hilang pascagempa bumi magnitudo 5,6 di Cianjur bertambah menjadi 13 orang. Hal ini dikarenakan adanya laporan baru orang hilang dari kepala desa sebanyak delapan orang.

"Tim gabungan berhasil menemukan 4 jenazah sehingga korban hilang tersisa 5 orang. Namun, berdasarkan laporan yang kami terima, ada laporan korban hilang tambahan pada Selasa pagi yang kami terima dari Desa Cijedil sebanyak 6 orang dan dari Desa Mangunkarta sebanyak 2 orang. Sehingga total korban hilang menjadi 13 jiwa," jelas Komandan Kodim 0608/Kabupaten Cianjur, Letkol Arm. Hariyanto saat memberikan keterangan pers di Pendopo Kabupaten Cianjur, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga : BNPB Imbau Warga Luwu Utara Tetap Waspada meskipun Banjir Surut

Selanjutnya, untuk korban luka berat yang masih dirawat di rumah sakit wilayah Cianjur tersisa 68 orang. Sementara, 40 pasien luka berat yang sebelumnya masih dirawat saat ini sudah pulang dan melakukan rawat jalan.

 

Lalu, total pengungsi berjumlah 108.720 dengan rincian pengungsi laki-laki 52,987 dan pengungsi perempuan 55,733 jiwa.

Distribusi logistik ke desa yang sulit diakses tetap dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua. Adapun logistik yang diberikan adalah air mineral 100 dus, beras 2600 kilogram, mi Instan 172 dus, obat-obatan 18 dus, selimut 495 pcs, perlengkapan ibadah 30 pcs, makanan dalam kemasan 52 pcs, terpal 229 lembar, paket sembako 400 paket, dan matras 450 lembar.

Baca Juga : BNPB Catat 93 Rumah Rusak dan Fasilitas Umum Terdampak Gempa Yogyakarta

Selain dari BNPB, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur, bantuan juga terus berdatangan dari donatur, lembaga non pemerintah, relawan, hingga kementerian/lembaga.