Senin, 07 November 2022 18:31
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderall Listyo Sigit Prabowo bersama pejabat Polri lainnya saat mengelar konferensi pers apel gelar pasukan Ops Puri Agung 2022 di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Senin (7/11/2022). (Foto: Kompas.com/Yohanes Valdi Seriang Ginta)
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM - Jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada tanggal 15-16 November 2022 muncul ancaman serangan siber.

 

Hal ini dibernarkan oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Ia mengatakan pihaknya telah mendeteksi adanya ancaman tersebut.

"Selain siber kelihatannya belum ada yang signifikan. Tapi kalau siber memang, harus saya akui memang ada," kata Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa usai memimpin Gelar Apel Pasukan Pengamanan VVIP Presidensi G20 bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Senin, 7 November 2022.

Baca Juga : Panglima TNI Terkesima Melihat Pembangunan Kapal Pinisi

Jenderal Andika tidak menjelaskan detail ancaman serangan siber tersebut. Pihaknya bersama Badan Sandi Siber Nasional (BSSN) dan Badan Intelijen Negara (BIN) tengah bekerja untuk memerangi serangan siber yang dimaksud.

 

"Siber ini saya tidak mau detailnya, tetapi yang jelas kita bersama BSSN bersama BIN bersama Polri juga sudah berkali-kali untuk mencoba melakukan simulasi dan kebetulan juga ada gangguan yang real atau beneran, itu justru membuat kami lebih matang sebenarnya," ujarnya.

Dengan adanya serangan siber tersebut kata Jenderal Andika, aparat gabungan TNI-Polri serta stakeholder terkait dapat mengantisipasi ancaman serangan siber yang kemungkinan akan terjadi pada saat pelaksanaan forum KTT G20 nanti.

Baca Juga : Panglima TNI Buka Resmi Kegiatan 4th Multilateral Naval Exercise Komodo di Makassar

"Serangan-serangan itu, bagaimana kami kemudian merespons, berapa cepat kami merespons, itu juga sebetulnya malah membuat kami lebih siap, terus terang saja. Tapi, kami tetap mengimbau kepada semua masyarakat Indonesia untuk membantu seandainya mereka yang punya skil kemampuan juga kemudian melihat adanya percobaan-percobaan gangguan terhadap jaringan siber," kata Panglima TNI.

Jenderal Andika juga menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan intelijen negara-negara lain untuk mengantisipasi terjadinya serangan yang dapat menjadi ancaman pada saat puncak penyelenggaraan KTT G20 di Bali nanti.

Namun Jenderal Andika menegaskan, secara umum situasi keamanan di Bali saat ini terkendali dan dalam kondisi aman.

Baca Juga : Kapolri Mutasi 7 Kapolda Termasuk Kapolda Sulsel

"Saya menggunakan cara kerja sama yang sama dengan pada saat kami latihan SGS (Super Garuda Shield). Jadi, TNI pun juga bekerja sama dengan intelijen militer dari negara-negara tetangga kemudian membuat kita lebih teliti. Apakah ada pendeteksian tentang potensi-potensi atau rencana-rencana tertentu, sejauh ini secara umum ini, selain siber kelihatannya belum ada yang signifikan," ujar Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Sumber: viva.co.id