RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto hadir dalam Musyawarah Daerah IX Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Provinsi Sulawesi Selatan (Selatan) di Hotel Aryaduta, Kota Makassar, Ahad (6/11/2022).
Kehadiran Danny Pomanto selain membuka acara sekaligus mengingatkan para pengurus Gapensi akan kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja yang kian ketat. Terlebih dengan melihat kondisi saat ini dengan inflasi yang mengancam dunia.
“Sebagai organisasi konstruksi tertua di Indonesia, Gapensi harus segera mengambil bagian akan perkembangan teknologi serta persaingan dunia kerja yang kian ketat. Saat ini sudah ada e-katalog serta model pengadaan lainnya. Saya kira inilah saatnya Gapensi menunjukkan tajinya dengan eksistensinya selama ini,” kata Danny Pomanto.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Curhat soal Marwah Wartawan: Jangan Jadikan Profesi Pers Alat Tekan
Gapensi merupakan organisasi tertua yang kehadirannya cukup membantu pembangunan di Indonesia. Olehnya itu, Gapensi diharapkan mampu berkontribusi aktif dan bersiap dalam tiap kondisi.
“Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Di beberapa negara dan kota besar sudah mengalami inflasi. Namun, di Kota Makassar alhamdulillah masih dalam batas aman. Namun meski demikian, saya berharap kita jangan lengah. Harus dipikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi,” jelas Danny.
Musda IX BPD Gapensi Sulsel ini selain dihadiri Wali Kota Makassar, tampak pula Asisten II Bidang Perekonomian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Ichsan Mustari, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Gapensi, Iskandar, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gapensi, Andi Rukman, serta beberapa tamu dan undangan lainnya.
BERITA TERKAIT
-
GMTD Serahkan PSU Rp455 Miliar ke Pemkot Makassar, Dorong Tata Kota Modern dan Berkelanjutan
-
Sahruddin Said: Pengusaha Jangan Untung Besar, Pemkot Makassar Justru Menanggung Dampaknya
-
MHM Jadi Catatan Pansus LKPJ, DPRD Dorong Tata Kelola Anggaran Lebih Efisien
-
Buka Raker KORMI 2026, Wali Kota Makassar: Jangan Seremonial, Harus Ada Program Nyata!