Kamis, 27 Oktober 2022 21:35
Editor : Usman Pala

RAKYATKU.COM -- Bupati Sidrap, H. Dollah Mando didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan, Ibrahim, menghadiri pesta panen di Desa Tonrongnge, Kecamatan Baranti, Kamis (27/10/2022).

 

Hadir dalam acara tersebut, Anggota DPRD Sidrap,Hj. Sitti Rahma, Danramil Baranti, Lettu Inf Alimuddin, Kapolsek Baranti, Iptu Amran Adam, dan Kades Tonrongnge, Ilyas.

Turut hadir sejumlah kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pendidik, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan setempat.

Baca Juga : Sekda Sidrap Basra Bakal Dilantik Jadi Pj Bupati Akhir Pekan Ini

Kedatangan Bupati Sidrap disambut dengan Tari Padduppa dan simfoni kecapi siswa UPT SD Negeri 2 Tonrongnge. Masyarakat setempat juga melakukan ritual Mappadendang di hadapan Bupati Sidrap beserta tamu undangan.

 

Kepala Desa Tonrongnge, Ilyas menyatakan, suatu kebanggaan tersendiri baginya dan warga masyarakat Tonrongnge atas kehadiran Bupati Sidrap dalam acara pesta panen ke-24 yang dilaksanakan di lapangan futsal desa tersebut.

“Perlu juga saya sampaikan kepada Bapak Bupati, Desa Tonrongnge telah selesai panen dan menghasilkan sekitar 8,5 ton per hektar,” ungkapnya.

Baca Juga : Bapenda Sidrap Bimbing Pelaku Usaha Terapkan QRIS

“Itu berkat bantuan dan petunjuk dari Bapak Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap, yang selalu hadir memberikan penyuluhan kepada kita semua dan sekarang ini kita sudah nikmati bersama hasilnya,” papar Ilyas.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Sidrap Dollah Mando mengatakan acara tersebut merupakan salah satu tanda kesyukuran petani setelah panen.

“Kita juga patut bersyukur dengan adanya kenaikan harga gabah sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga : Soft Launching Aplikasi SiPeNGaja, Inovasi Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Sidrap

“Cuma perlu saya ingatkan jika kita berhasil jangan lupa hak fakir miskin, jangan sampai kita berhasil lantas kita lupa mengeluarkan zakat,” sambungnya.

Selanjutnya ia mengimbau para petani agar jangan selalu mencari varietas baru yang tidak diketahui kualitasnya. “Kalau sudah ada varietas yang terbukti bagus, itulah yang ditanam,” pesannya.

Di kesempatan itu Dollah Mando juga menanggapi keluhan petani terkait kelangkaan pupuk. Ia mengatakan, kondisi tersebut terjadi akibat adanya pandemi covid-19 selama 2 tahun terakhir sehingga sebagian anggaran digunakan untuk penanganan covid-19.