Sabtu, 10 September 2022 13:11

Fraksi PKS Sulsel Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi. Ini Alasannya.

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Fraksi PKS Sulsel Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi. Ini Alasannya.

Kenaikan BBM bersubsidi ini hanya akan menambah beban rakyat apalagi saat ini masih dalam tahap pemulihan di semua sektor, jika BBM bersubsidi ini naik otomatis semua bahan-bahan kebutuhan pokok akan ikut naik, akibatnya masyarakat akan semakin susah.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR-- Akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 3 september 2022 lalu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan sikapnya, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Ketua Fraksi PKS Sulawesi Selatan, Isnayani S,H,M,HA saat mengadakan jumpa pers di ruangannya, sabtu(10/9) mengatakan seluruh kader PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, karena akan membuat masyarakat semakin susah, kondisi saat ini belum benar-benar pulih, masyarakat baru mulai berbenah setelah dihantam badai covid kurang lebih dua tahun. jika harga BBM tetap naik, maka kebutuhan pokok akan ikut naik.

Oleh karena itu, sebagai bentuk protes kami, hari ini, sabtu 10 september 2022 seluruh kader PKS akan melakukan aksi turun ke jalan secara santun atau flash mob di dua lokasi secara bersamaan yaitu di depan kantor Telkom jalan A.P.Pettarani yang akan dipimpin langsung oleh Anwar Faruq selaku ketua DPD PKS Makassar dan di depan BTP jalan perintis kemerdekaan akan di pimpin langsung oleh Amri Arsyid.

"Kurang lebih 500 kader akan turun, Selain orasi kami juga membawa dan memasang spanduk dan atribut penolakan di seluruh kantor PKS yang ada di Makassar maupun daerah-daerah lainnya, aksi flashmob ini dilakukan serentak se indonesia.

Ini alasan Fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi:

 

1. Dana subsidi dalam anggaran APBN 2022 sudah direvisi dengan harga ICP dari USD 63 menjadi USD 100 perbarel.

2. Kami menilai Pemerintah tidak amanah dan lalai dalam memastikan subsidi BBM ini tepat sasaran.

Sponsored by MGID

3. Persentase kenaikan BBM sangat besar yaitu 30 persen, melebih dari komitmen kenaikan yang seharusnya dan dianggap wajar.

4. Kondisi masyarakat yang belum benar-benar pulih akibat pandemi, sehingga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

5. Akibat kenaikan BBM akan terjadi inflasi yang menyebabkan kenaikan harga-harga barang.

6. Kenaikan BBM akan berpengaruh pada harga pangan.

"Kenaikan BBM bersubsidi ini hanya akan menambah beban rakyat apalagi saat ini masih dalam tahap pemulihan di semua sektor, jika BBM bersubsidi ini naik otomatis semua bahan-bahan kebutuhan pokok akan ikut naik, akibatnya masyarakat akan semakin susah"ucapnya.

Isnayani juga menanggapi soal aksi turun kejalan yang dilakukan mahasiswa beberapa hari ini, bahwa ia baru pulang dari Pansus di Surabaya dan anggota dewan juga sedang mengikuti pelatihan Bimtek jadi hanya bisa memantau.

Ditambahkan, Kabid Humas DPW PKS Wahida, PKS akan terus bersuara sampai pemerintah menurunkan harga BBM bsrsubsidi normal kembali seperti sebelumnya.

“PKS pastikan akan terus menyuarakan aspirasi rakyat terkait kenaikan harga BBM bsrsubsidi,”tutupnya.

 

Penulis : Lisa Emilda