Kamis, 02 Juni 2022 14:14
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, BARRU - Musyawarah Kabupaten Cabang Olahraga (Cabor) Yongmoodo Tingkat Kabupaten Barru periode 2022-2026 telah selesai.

 

Dalam musyawarah tersebut para peserta menyepakati Muh. Arsyad A. Rahman dipilih menjadi ketua pada periode pertama.

"Alhamdulillah teman-teman mempercayakan ke saya sebagai ketua untuk periode pertama ini," ujarnya, Kamis (2/6/2022).

Baca Juga : Raker KONI, Bupati Barru Minta Lakukan Pendekatan Perencanaan Matang

Arsyad yang biasa dipanggil Bang Jenggos ini mengaku siap menerima amanah itu. Bahkan, kata dia, struktur pengurus cabor yang baru kali pertama hadir di Barru sudah tersusun rapi.

 

Sejumlah pengusaha, lanjutnya, masuk dalam jajaran kepengurusan cabor bela diri ini.

"Sebelumnya saya sudah mengusung struktur kepengurusan termasuk pelatih yang sudah saya siapkan. Saya optimis olahraga ini bisa berkembang ke depannya di Barru," jelas Bang Jenggos yang juga pengusaha pengembang perumahan itu.

Baca Juga : Bupati Barru Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Sulsel XVII

Ditanya mengenai persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan (Porprov Sulsel) 2022 yang akan dilangsungkan pada September di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba, dirinya mengaku siap, bahkan atlet yang dipersiapkan juga sudah siap bertarung.

Ketua KONI Barru diwakili Wakil Ketua 1, Alimin, mengaku cabor ini sudah lama ditawari dari provinsi agar segera membuka cabang di Barru.

Pengurus cabor ini, lanjutnya, cabor yang ke-27 di Barru. Ia berharap bisa berkembang dengan baik di Barru.

Baca Juga : Janjinya Segera, KONI Barru Tak Kunjung Bayarkan Bonus Atlet Porprov

"Kalau saya lihat struktur kepengurusannya cukup baik ada pengusaha, perbankan, ada TNI. Saya yakin olahraga ini bisa berkembang dengan baik," ungkapnya.

Sekadar diketahui, yongmoodo adalah salah satu jenis bela diri yang berasal dari Korea Selatan.

Bela diri ini merupakan gabungan beberapa bela diri. Di Indonesia, yongmoodo menjadi bela diri wajib bagi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). (*)

Penulis : Achmad Afandy