Senin, 30 Mei 2022 08:07
Penembakan maut di Sekolah Dasar Robb di Texas, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (24/5/2022), meninggalkan duka mendalam. (Foto: AFP)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, TEXAS - Peristiwa berdarah yang terjadi pada Selasa (24/5/2022) waktu setempat itu menewaskan 19 siswa dan 2 orang guru.

 

Miah Cerrillo, 11 tahun, mengatakan kepada CNN bahwa dirinya dan seorang teman menelepon panggilan darurat 911 dari telepon gurunya yang sudah tewas. Mereka menunggu petugas tiba di sekolah tersebut untuk memberi bantuan.

Pelaku penembakan adalah seorang remaja berusia 18 tahun bernama Salvador Ramos. Ia berada di dalam sekolah selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya ditembak mati petugas taktis Patroli Perbatasan.

Baca Juga : AS Kirim VAMPIRE ke Ukraina 

Pengakuan itu dituturkan pejabat tinggi penegak hukum yang memberikan perincian terbaru tentang garis waktu pada Kamis (26/5/2022) yang membingungkan dan terkadang kontradiktif. Banyak orang tua dan warga yang mendesak polisi untuk masuk ke sekolah, marah, dan frustrasi akibat hal itu.

 

Miah mengatakan bahwa setelah penembak pindah dari satu ruangan ke kelas yang berdekatan, ia mendengar teriakan dan lebih banyak letusan tembakan dan pria bersenjata itu kemudian mulai menyalakan musik.

Anak-anak yang selamat dari serangan itu menggambarkan hari terakhir tahun sekolah yang meriah tersebut dengan cepat berubah menjadi teror.

Baca Juga : Penembakan Massal Terjadi di Berbagai Kota AS, Lebih dari 12 Orang Tewas

Samuel Salinas, 10 tahun, mengatakan kepada acara "Good Morning America" di stasiun televisi ABC bahwa dia dan teman sekelas lainnya berpura-pura mati setelah Ramos menembaki seisi kelas. Samuel terkena pecahan peluru di pahanya.

"Ia menembak gurunya lalu menembak anak-anak," kata Samuel yang berada di kelas yang diasuh oleh guru bernama Irma Garcia. Garcia tewas dalam tragedi berdarah itu. Suaminya, Joe Garcia, mengembuskan napas terakhir pada Kamis karena serangan jantung.