Kamis, 12 Mei 2022 18:37

Mantan Presiden Rusia Peringatkan Barat Risiko Konflik dengan NATO

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Vladimir Putin (kiri) bersama Dmitry Medvedev (Foto: Sputnik/Dmitry Astakhov/Pool via Reuters)
Vladimir Putin (kiri) bersama Dmitry Medvedev (Foto: Sputnik/Dmitry Astakhov/Pool via Reuters)

Dmitry Medvedev, Mantan Presiden Rusia yang sekarang menjadi wakil ketua dewan keamanan Rusia, mengatakan konflik seperti itu dengan NATO selalu membawa risiko berubah menjadi perang nuklir besar-besaran.

RAKYATKU.COM, -- Salah satu sekutu terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin telah bereaksi terhadap berita Finlandia dan Swedia bergerak lebih dekat untuk mencari keanggotaan NATO dan telah memperingatkan Barat meningkatkan dukungan militer ke Ukraina risiko memicu konflik antara Rusia dan aliansi militer.

Dmitry Medvedev, Mantan Presiden Rusia yang sekarang menjadi wakil ketua dewan keamanan Rusia, mengatakan konflik seperti itu dengan NATO selalu membawa risiko berubah menjadi perang nuklir besar-besaran.

"Negara-negara NATO memompa senjata ke Ukraina, melatih pasukan untuk menggunakan peralatan Barat, mengirim tentara bayaran dan latihan negara-negara Aliansi di dekat perbatasan kita meningkatkan kemungkinan konflik langsung dan terbuka antara NATO dan Rusia," katanya dalam sebuah posting Telegram.

Baca Juga : Menhan AS: Para Pemimpin Barat Setuju Mengirim Senjata yang Lebih Canggih ke Ukraina

"Konflik seperti itu selalu memiliki risiko berubah menjadi perang nuklir penuh. Ini akan menjadi skenario bencana bagi semua orang," sambungnya.

Rusia dan Amerika Serikat sejauh ini merupakan kekuatan nuklir terbesar di dunia. Rusia memiliki sekitar 6.257 hulu ledak nuklir sementara tiga kekuatan nuklir NATO - AS, Inggris dan Prancis memiliki sekitar 6.065 hulu ledak gabungan, menurut Asosiasi Kontrol Senjata yang berbasis di Washington. (*)

#Rusia #Ukraina #NATO