Sabtu, 23 April 2022 13:40
(Foto: Sanivation)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Kotoran manusia menjadi sumber bisnis bahan bakar yang menguntungkan di Kenya.

 

Sebuah perusahaan berbasis masyarakat mengolahnya sedemikian rupa sehingga menjadi briket yang dapat digunakan untuk menggantikan batu bara.

Nama perusahaan itu Sanivation dan berbasis di Naivasha, sekitar 100 kilometer dari Nairobi. Tiap pekannya, bertruk-truk kotoran manusia didatangkan ke pabrik itu untuk diolah menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk memasak makanan dan memanaskan rumah.

Baca Juga : Sembunyi di Roda Pesawat Belasan Jam, Luar Biasanya Penumpang Gelap Ini Selamat

Paul Manda, salah seorang manajer Sanivation, mengaku awalnya sulit memopulerkan bahan bakar produksi perusahaannya itu.

 

"Awalnya, sangat sulit untuk meningkatkan minat konsumen terhadap produk kami. Orang-orang dulu berpikir bahwa baunya sangat menyengat, tetapi sesungguhnya tidak demikian. Kami mengolahnya dengan sangat baik. Orang-orang bahkan bisa memanfaatkannya untuk memanggang makanan," jelasnya.

Kotoran manusia itu sebelumnya diolah melalui proses pemanasan suhu tinggi untuk membunuh bakteri-bakteri di dalamnya. Kotoran itu kemudian dicampur dengan serbuk gergaji untuk membuat briket. Permintaan terhadap briket hasil produksi Sanivation kini luar biasa tinggi.

Baca Juga : Kotoran Manusia Tumpah dari Pesawat Sedang Terbang Guyur Warga Inggris

"Kami saat ini sudah menjual lebih dari 120 ton. Kami kini sulit memenuhi permintaan pasar," lanjut Paul.

Memanfaatkan kotoran manusia dan mengubahnya menjadi bahan bakar memiliki manfaat lingkungan.

Menurut badan amal Water.org, 41 persen warga Kenya tidak memiliki akses ke sanitasi dasar. Sekitar 8,5 persen penduduk Kenya dilaporkan buang air besar sembarangan pada 2020.

Baca Juga : Sekolah Ini Ubah Ruang Kelas Jadi Peternakan Ayam karena Pandemi Covid-19

Sanivation pada awalnya menarget rumah tangga sebagai konsumen utama. Namun, karena rendahnya permintaan pada awalnya, mereka beralih ke pabrik pemasok dan bisnis-bisnis yang membutuhkan bahan bakar, seperti Pertanian Bunga Larmona.

Di Lamorna, makanan untuk karyawan dahulunya dimasak dengan menggunakan arang dan kayu bakar. Kini, pertanian itu memanfaatkan briket kotoran manusia yang harganya lebih murah.

BERITA TERKAIT