RAKYATKU.COM, PANGKEP, -- Aksi unjuk rasa juga di gelar Mahasiswa di Kabupaten Pangkep Senin (11/04/2022) di perempatan taman Muasafir Kabupaten Pangkep, Kelurahan Padoang doangan, Kecamatan Pangkajene.
Gabungan aliansi Mahasiswa dari beberapa kampus sempat memblokade jalan trans Sulawesi selama 2 jam lebih.
Demonstran membakar ban dan keranda sebagai simbol matinya keadilan di negeri ini.
Baca Juga : Raih Predikat Gold di ISRA 2026, Program Aksi Mangrove Lestari KALLA Kembali Diapresiasi di Tingkat Nasional
Mahasiswa juga mendesak anggota DPRD menemui mereka dan memenuhi tuntutannya.
Mahasiswa berorasi di bawa terik mentari dan meneriakkan penolakan penundaan pemilu, kenaikan bbm dan kelangkaan minyak goreng.
Massa menilai kebijakan pemerintah saat ini tidak satupun yang berpihak ke masyarakat dan lebih kepada kepentingan penguasa
Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Buka Beasiswa 2026 Gelombang II, Perkuat Investasi SDM Unggul di Kawasan Timur Indonesia
Yulianto Ardiwinata perwakilan unjuk rasa menilai jika DPRD dan Pemerintah telah mengkhianati rakyat.
Unjuk rasa yang mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian, TNI, Satpol-PP berakhir damai usai ketua DPRD Pangkep Haris Gani beserta beberapa anggota DPRD menemui massa dan berjanji mengakomodir kepentingan Mahasiswa.
BERITA TERKAIT
-
Kalla Translog Perkuat Komitmen ESG, Rehabilitasi Pesisir Lewat Penanaman 31.000 Bibit Mangrove di Pangkep
-
Peserta Jalan Sehat Milad Unismuh Tembus 3.000 Orang, Panitia Optimistis Capai 4.000 Peserta
-
Beasiswa Kalla 2026 Dibuka, Mahasiswa Indonesia Timur Berpeluang Dapat Bantuan UKT hingga Semester 8