Jumat, 11 Februari 2022 20:25
Yeni Rahman.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, MAKASSARDPRD Kota Makassar meminta pemerintah kota menimbang penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah. Ini menyusul kasus Covid-19 sudah masuk di sekolah dan trennya terus meningkat.

 

“Memang berat, tapi Makassar harus kembali daring, kesehatan anak sekolah ini di atas segalanya,” kata Yeni Rahman, Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Jumat (11/2/2022).

Menurut Yeni, model pembelajaran daring sudah seharusnya terus dikembangkan lantaran model daring dianggap model pembelajaran modern. Ia mengatakan perlu ada penyesuaian terhadap kurikulum dan peningkatan efektivitas belajar.

Baca Juga : Komisi B DPRD Makassar Bahas Pendirian Perumda Terminal Makassar Metro

“Orang tua harus memahami bahwa untuk mendidik anak ini sebenarnya bukan cuma tanggung jawab sekolah, ini 50-50, meskipun kita bosan kondisi sekarang tidak memungkinkan,” ujarnya.

 

Menurutnya, diperlukan kebiasaan bagi seluruh pihak. Jika konsep pembelajaran daring telah matang, pembelajaran akan lebih terarah. “Apalagi tak ada jaminan kapan COVID-19 ini akan berhenti bergulir,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar menghentikan sementara selama tujuh hari kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 8 Kota Makassar. Ini setelah ditemukan delapan siswa dan guru yang terkonfirmasi positif COVID-19 selama masa PTM. (*)