Kamis, 03 Maret 2022 09:55
Foto Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam unggahan Alex Konanykhin di LinkedIn. (Foto: LinkedIn Alex Konanykhin)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Pengusaha Rusia, Alex Konanykhin, menggelar sayembara dengan menawarkan hadiah USD1 juta atau kurang lebih setara Rp14,3 miliar untuk menangkap Presiden Rusia, Vladimir Putin.

 

Alex menawarkan itu lewat unggahan di media sosialnya di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Unggahan di LinkedIn disertai dengan gambar Putin dan kalimat. "Dicari: Mati atau hidup. Vladimir Putin untuk pembunuhan massal," tulis Konanykhin di LinkedIn.

"Saya berjanji untuk membayar USD1 juta kepada petugas yang--sesuai dengan kewajiban konstitusional mereka--menangkap Putin sebagai penjahat perang di bawah hukum Rusia dan internasional," lanjut unggahan itu.

Baca Juga : Joe Biden Tegaskan Ukraina Tidak Akan Jadi Kemenangan Rusia

"Putin bukan presiden Rusia karena ia berkuasa sebagai hasil dari operasi khusus meledakkan gedung-gedung apartemen di Rusia, kemudian melanggar Konstitusi dengan menghilangkan pemilihan umum yang bebas dan membunuh lawan-lawannya."

 

"Sebagai seorang etnis Rusia dan warga negara Rusia, saya melihatnya sebagai kewajiban moral saya untuk memfasilitasi denazifikasi Rusia. Saya akan melanjutkan bantuan saya ke Ukraina dalam upaya heroiknya untuk menahan serangan gencar Orda Putin."

Kata Rusia Orda berarti "gerombolan", geng pemangsa dan penjarah.

Baca Juga : Mantan PM Israel: Putin Berjanji Tak Akan Membunuh Presiden Ukraina

Siapa Alex Konanykhin?
Menurut sebuah artikel tahun 1996 di The Washington Post, Alex Konanykhin belajar di Institut Fisika dan Teknologi Moskow sebelum keluar dan membuka koperasi mahasiswa konstruksi. Dia kemudian masuk ke bisnis lain, seperti perbankan, saham dan real estate.

Pada tahun 1992, dengan kerajaan bisnis, perusahaannya bernilai sekitar USD300 juta. Dia bahkan menjadi bagian dari delegasi pertama Presiden Rusia, Boris Yeltsin, ke Washington tahun itu.