Senin, 14 Februari 2022 17:09
Bupati Wajo, Amran Mahmud.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, WAJO - Perekonomian nasional bahkan dunia "terpukul" pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir. Tidak terkecuali di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang berimbas pada penurunan pendapatan asli daerah (PAD).

 

Berbagai sektor ikut terdampak. Termasuk berbagai program pemerintah yang sudah direncanakan matang, harus tertunda atau berjalan kurang maksimal. Apalagi, instruksi pemerintah pusat, sebagian besar anggaran harus di-recofusing untuk penanganan wabah yang telah menjangkiti jutaan jiwa itu.

Meski demikian, Wajo termasuk daerah yang perlahan bisa cepat bangkit dari penurunan perekonomian. Indikasinya, beragam sektor mulai berbenah dan mengalami progres yang menggembirakan.

Baca Juga : Hardiknas 2024 di Wajo, Dimeriahkan Senam Massal, Jalan Sehat, Lomba Seni hingga Pameran

Bupati Wajo, Amran Mahmud, bertekad menjadikan 2022 sebagai tahun pemulihan dan kebangkitan ekonomi Wajo. Termasuk mendongkrak PAD yang selama dua tahun mengalami penurunan drastis.

 

"Kita haqqul yaqin perekonomian kita di Wajo mulai bangkit dan membaik lagi tahun ini. Ada beberapa indikasi di berbagai sektor yang membuat kami optimis soal ini," kata Amran Mahmud, Senin (14/2/2022).

Amran yang dikenal sebagai sosok pekerja keras ini menambahkan, salah satu sektor yang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, yakni usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ditambah lagi, kesadaran warga untuk melakukan vaksinasi makin tinggi.

Baca Juga : Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Hadiri Musrenbang Tingkat Provinsi Sulsel

"Kita bisa lihat belakangan ini, UMKM di Wajo mengalami peningkatan yang tergolong baik. Tentu ini menjadi salah satu indikasi kalau perekonomian di Wajo perlahan mulai membaik," tambahnya.

Tanda-tanda mulai pulihnya kembali perekonomian di Wajo juga tampak pada realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Hingga Januari 2022, realisasinya mencapai Rp49,42 miliar.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone, Rintok Juhirman, saat dikonfirmasi terpisah, mengatakan bahwa angka ini merupakan tertinggi kelima di Sulsel setelah Kota Makassar, Kabupaten Bone, Gowa, dan Bulukumba.

Baca Juga : Pantau Proses Belajar Mengajar, Pj Bupati Bersama Plt Kadisdikbud Wajo Dengar Aspirasi Tenaga Pendidik

"Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terealisasi sebesar Rp47,50 miliar mengalami pertumbuhan sebesar 4,04 persen," sebut Rintok.

Berdasarkan data pada aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai Januari 2022, realisasi KUR di Wajo tercatat Rp49,42 miliar atau 6,45 persen dari total realisasi KUR di Sulsel Rp765,63 miliar.

Sementara itu, dilihat dari sektor ekonomi di Wajo terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu pertanian, perburuan, kehutanan yang terbesar menyerap KUR Rp29,52 miliar atau 59,74 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran Rp10,85 miliar atau 21,96 persen. Lalu, sektor perikanan Rp5,19 miliar atau 10,49 persen.

Baca Juga : Pj Bupati Wajo Ajukan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah ke DPRD

"Sisanya tersebar di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan," sebutnya.

Rintok pun berharap meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, pelaku UMKM dapat terus melakukan berbagai macam terobosan dan inovasi unggulan, baik dari sisi produk maupun pemasarannya. (*)

Penulis : Abd Rasyid. MS