Sabtu, 12 Februari 2022 08:30

Tanda Tanya Putin dan Mecron Dipisahkan Meja Besar saat Pertemuan Terungkap

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
(Foto: Sputnik/Kremlin via Reuters)
(Foto: Sputnik/Kremlin via Reuters)

Beberapa diplomat bahkan menilai hal itu sebagai perwujudan bahwa Putin mungkin ingin mengirim pesan diplomatik.

RAKYATKU.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin, duduk dipisahkan meja besar saat melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, saat melakukan pertemuan membahas krisis Ukraian di Moskwa, Senin (7/2/2022),

Panjang meja itu kira-kira mencapai 4 meter atau 13 kaki. Merangkum Reuters, Sabtu (12/2/2022), alasan dua pemimpin negara itu duduk berjauhan karena Macron ditengarai menolak mengikuti tes COVID-19 dari tim medis Rusia.

 

Macron sengaja dijauhkan dari pemimpin Rusia. Hal tersebut disampaikan dua sumber dalam rombongan Macron kepada Reuters.

Baca Juga : NATO Tegaskan Siap Konfrontasi Langsung dengan Rusia

Foto pertemuan Putin dan Macron sempat mengejutkan publik dan jadi tanda tanya. Sejumlah pengamat mempertanyakan mengapa kedua pemimpin negara ditempatkan berjauhan saat mereka harus membahas berbagai isu yang sangat genting.

Beberapa diplomat bahkan menilai hal itu sebagai perwujudan bahwa Putin mungkin ingin mengirim pesan diplomatik.

Akan tetapi, dua sumber yang diwawancarai Reuters, yang memiliki pengetahuan tentang protokol kesehatan Presiden Prancis, mengatakan bahwa Macron telah diberi pilihan.

Baca Juga : Sergei Lavrov Tegaskan Rusia Akan Melakukan Segalanya untuk Menyadarkan NATO dan Uni Eropa

Pertama, jika menerima tes PCR yang dilakukan otoritas Rusia, Macron akan diizinkan untuk mendekati Putin. Kedua, jika Macron menolak, dia harus mematuhi jarak sosial yang lebih ketat.

Sponsored by MGID

"Kami tahu betul bahwa itu berarti tidak ada jabat tangan dan meja panjang itu. Tetapi, kami tidak dapat menerima bahwa mereka mendapatkan DNA presiden," salah satu sumber mengatakan kepada Reuters, merujuk pada masalah keamanan jika pemimpin Perancis itu diuji oleh dokter Rusia.

Sumber kedua dalam rombongan Macron mengonfirmasi bahwa Macron menolak untuk mengikuti tes PCR Rusia. Sumber itu mengatakan Presiden Macron telah mengambil tes PCR Prancis sebelum keberangkatan dan tes antigen yang dilakukan oleh dokternya sendiri sekali di Rusia. "Rusia memberi tahu kami bahwa Putin perlu dijaga dalam gelembung kesehatan yang ketat," kata sumber kedua.

Baca Juga : Putin Perintahkan Komandan Militer Baru Rusia Rebut Wilayah Donbas Bulan Maret

Pada Kamis (10/2/2022), tiga hari setelah Macron dan Putin mengadakan pertemuan dengan menerapkan kebijakan jaga jarak, pemimpin Rusia itu menerima Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

Kedua pria itu berjabat tangan, dan duduk berdekatan, hanya dipisahkan oleh meja kopi kecil. (*)

#Rusia #Prancis #vladimir putin #Emmanuel Macron