Rabu, 09 Februari 2022 09:32
Muzaffer Kayasan hanya diizinkan untuk melihat anak-anak dan cucu-cucunya melalui jendela. (Arife Karakum / Anadolu Agency via Getty Images)
Editor : Usman Pala

RAKYATKU.COM,--Seorang pria berusia 56 tahun dari Turki telah menghabiskan empat belas bulan terakhir hidupnya dalam isolasi, dinyatakan positif COVID-19 tidak kurang dari 78 kali sejak terinfeksi pada November 2020.

 

Muzaffer Kayasan dari Turki telah dikarantina di rumah sakit dan di rumahnya sendiri selama lebih dari setahun, dan putus asa mencari cara untuk kembali ke kehidupan lamanya.

Setelah terinfeksi virus corona pada November 2020, Kaysan dirawat di rumah sakit dan dirumahnya hingga penyakitnya tidak terlalu parah.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Ingatkan Varian Baru Covid-19

Dia berhasil mengatasi gejala COVID-19 yang lebih buruk, tetapi virus itu tetap ada di tubuhnya, dan setiap tes yang dia jalani sejak itu ternyata positif, memaksanya untuk tetap diisolasi, baik di rumah sakit atau di rumah.

 

Pria berusia 56 tahun itu adalah pasien leukemia dan immunocompromised, yang menurut dokter menjelaskan mengapa tubuhnya terus menyimpan virus corona setelah sekian lama.

Dia telah diberi resep obat untuk meningkatkan sistem kekebalannya tetapi prosesnya panjang dan sulit.

Baca Juga : Waspada! COVID-19 Varian XBB Terdeteksi di Indonesia

Terisolasi begitu lama hampir menghancurkan kehidupan sosial Muzaffer, membuatnya tidak dapat berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman, dan hanya diizinkan untuk melihat anak-anak dan cucu-cucunya melalui jendela. Hanya istri dan putra bungsunya yang tinggal bersamanya.

Muzaffer Kayasan pun sudah muak dengan kondisinya sekarang dan memohon kepada pihak berwenang untuk menemukan solusi untuk masalahnya.

Sayangnya, vaksin COVID-19 bukanlah jawaban, karena ia tidak dapat divaksinasi karena kondisi medisnya.

Baca Juga : Berlaku 17 Juli 2022, Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Perjalanan Dalam dan Luar Negeri

“Saya tidak punya masalah di sini selain tidak bisa menyentuh orang yang saya cintai. Hal ini sangat sulit. Saya bahkan tidak bisa divaksinasi karena kondisi saya,” kata Kaysan kepada Anadolu Agency dikutip dari odditycentral.com.

TAG