Senin, 27 Desember 2021 12:58

Kemenkes Siapkan Tes PCR Baru, 4 Jam Bisa Deteksi Varian Omicron

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilusrasi.
Ilusrasi.

Hasil deteksi dengan PCR SGTF tetap harus dikonfirmasi dengan Whole Genome Sequencing (WGS). Itu karena SGTF hanya mendeteksi salah satu mutasi khas yang dimiliki Omicron.

RAKYATKU.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan tes polymerase chain reaction (PCR) dengan teknologi baru yang bisa mendeteksi varian Omicron.

"Kita akan menyebarkan teknologi baru untuk tes PCR yang bisa melihat Omicron. Kita sudah sebarkan di seluruh pintu masuk luar negeri utama sehingga kita bisa lebih cepat mengidentifikasi Omicron, menggunakan tes PCR yang cuma 4--6 jam dibandingkan dengan tes genome sequencing yang 3--5 hari," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan (Menkes), dalam konferensi pers, Senin (27/12/2021).

Saat konferensi pers pekan lalu, Budi juga menyinggung tes PCR yang bisa menjadi deteksi awal varian Omicron dalam 4--6 jam.

Baca Juga : Kementerian Kesehatan: 18 Kasus Dugaan Hepatitis Akut di 7 Provinsi

Tes PCR ini menggunakan reagen S-gene Target Failure (SGTF). Sampel yang terdeteksi positif dengan tes itu dikategorikan probable Omicron.

"Tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai marker, jadi tidak 100 persen seperti WGS. Tapi, kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4--6 jam saja, sedangkan WGS membutuhkan 3-5 hari," jelasnya.

Hasil deteksi dengan PCR SGTF tetap harus dikonfirmasi dengan Whole Genome Sequencing (WGS). Itu karena SGTF hanya mendeteksi salah satu mutasi khas yang dimiliki Omicron.

Baca Juga : Hampir 100 Persen Warga Indonesia "Kebal" COVID-19

Pada varian Omicron, salah satu komponen yang disebut S-gene tidak terdeteksi meski tes PCR hasilnya positif.

Sponsored by MGID

Kemenkes juga mendatangkan 15 mesin WGS baru yang akan disebar di pulau-pulau di Indonesia. Hal in agar indentifikasi Omicron bisa lebih cepat.

#Kementerian Kesehatan #polymerase chain reaction #Varian Omicron