Rabu, 08 Desember 2021 07:53
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Kolam Regulasi Nipa-Nipa ternyata tidak banyak membantu. Buktinya, sejumlah wilayah di Kecamatan Manggala Makassar kembali terendam.

 

Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang dibangun dengan dana APBN Rp321 miliar berdiri di perbatasan Makassar, Maros, dan Gowa. Berada persis di perbatasan Kecamatan Moncongloe Maros dan Kecamatan Manggala, Makasssar.

Setelah diguyur hujan deras dua hari berturut-turut, kondisi terlihat aman. Hingga Selasa malam (7/12/2021) pukul 20.00 wita, genangan masih terlihat normal. Bahkan terlihat surut.

Baca Juga : Pangdam Hasanuddin Kunjungi Korban Banjir dan Serahkan Bantuan Sembako

Air mulai naik sekitar pukul 21.00 dan terus berlanjut hingga Rabu pagi (8/12/2021). Jalan poros Nipa-Nipa menuju Moncongloe Maros kembali terputus. Jalanan ditutup karena ketinggian air yang mencapai satu meter.

 

Wilayah di sekitarnya juga terendam parah. Perumahan Ikhwah Manggala juga terendam hingga dada orang dewasa. TK Myskiatul Ummah ikut terendam hingga setengah gedung. Begitu pula sejumlah rumah di sekitarnya.

Baca Juga : Santri Dukung Ganjar Sulsel Gercep Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Makassar

Kondisi paling parah terjadi di Perumnas Antang. Khususnya di Blok 8 RT 4 RW 8 Kelurahan Manggala. Hingga pagi ini, air terus naik dan sudah hampir mencapai atap beberapa rumah warga.

Salah seorang warga, Andi Takdir melaporkan, sebagian besar warga sudah meninggalkan rumahnya. Mereka mengungsi ke masjid dan keluarga mereka.

"Kami sudah mengungsi ke rumah ipar di Moncongloe sejak dua hari lalu. Kebetulan rumah baru yang belum ditempati," kata salah seorang warga Blok 8 kepada Rakyatku.com, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga : PMR SMA Islam Athirah Bukit Baruga Salurkan Bantuan Sembako Korban Banjir Makassar

Warga berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan kepada para korban. Baik berupa makanan maupun untuk evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.